Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Timwas Century
Timwas Century: BPK Temukan Indikasi Penyimpangan
Friday 19 Aug 2011 00:24:13

Bambang Soesatyo (Foto: Istimewa)
JAKARTA- Tim pengawas (timwas) Skandal Century DPR merasa optimis kasus skandal bailout Bank Century senilai Rp 6,7 trilyun, bakal terungkap kebenarannya. Pasalnya, dari audit forensik yang dilakukan BPK menemukan indikasi ada penyimpangan dan pelanggaran tindaka pidananya dalam kasus ini. Demikian dikatakan anggota Timwas, Bambang Soesatyo di gedung DPR, Kamis (18/8).

“Pasti nantinya akan diketahui berapa yang masuk dan berapa jumpah yang keluar dari Bank Century. Aneh, jika saat ini ada investor yang berminat ke Bank Mutiara, kecuali yang telah merampok," kata politisi Partai Golkar tersebut.

Dari hasil audit forensik itu, lanjut dia, nantinya juga akan diketahui ke rekening siapa saja uang century itu mengalir. Kemudian, akan terungkap keterlibatan Gubernur BI waktu itu Boediono. “Bisa saja akan mengarah ke sana. Namun, bila kasus ini sampai macet lagi di KPK, maka DPR akan menyampaikan hak menyatakan pendapat. Audit KPK sejak Juni sampai sekarang ini, disinyalir dana yang digunakan oleh pasangan capres-cawapres 2009 lalu,” tegas dia.

Selain itu, jelas Bambang, ada dugaan telah terjadi main mata antara KPK dengan pejabat parpol tertentu. Dengan dibentuknya Komite Etik KPK saat ini, diharapkan kasus Century masih ada harapan dan segera dapat terungkap. “Mungkin ada pertemuan itu untuk membahas kasus tersebut, agar tak disidik,” tandas Bambang.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPR, Fahri Hamzah merasa yakin ada yang salah dalam bailout Bank Century. Apalagi, hal ini diperkuat oleh uji forensik yang dilakukan BPK. "Temuan-temuan terakhir secara teknis tidak bisa diumukan, karena banyak yang telak dan mendekati kebenarannya,” tuturnya.

Satu diantaranya, lanjut dia, hubungan antara Century dengan Antaboga. Malah, mereka itu tidak mau melaksanakan keputusan pengadilan di Solo dan Surabaya, kemudian tentang dana nasabah yang mencapai Antaboga Rp 1,4 triliun. Padahal, Antaboga dan Century tidak bisa dipisahkan, satu kesatuan," kata Fahri Hamzah.

Dalam transaksi yang ada itu, ungkapnya, sama sekali tidak terjadi oleh bank lain. Penyimpangan itu muncul, setelah BPK menelusuri uang yang masuk ke Century dan Antaboga. Transfer terjadi tak hanya dengan lisan, melainkan banyak lagi yang belum bisa diungkap yang selama ini disangkal Bank Mutiara maupun Antaboga.

"Tindak pidana telah terjadi seperti munculnya nama orang tertentu yang tidak dikenal. Akan tetapi, tiba-tiba memiliki tabungan miliaran rupiah. Ini dalam penelusuran, setelah September nanti. Yang jelas, semoga akan bisa terungkap semua," tandasnya.(tnc/bie)


 
Berita Terkait Timwas Century
 
Terima Data Timwas, KPK Janji takkan Petieskan Century
 
DPR Perpanjang Tugas Timwas Century
 
Timwas Century Picu Persetuan Baru
 
Timwas Century DPR Segera Panggil KPK
 
Timwas Century: BPK Temukan Indikasi Penyimpangan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]