Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pidana    
 
DPO
Tim Tabur Kejaksaan Sumatra Utara Tangkap Buronan Penjual Pizza
2021-01-06 07:38:49

Buronan Sebastian Hutabarat ditangkap saat menjual Pizza (Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Tim Tabur (Tangkap Buronan) Kejaksaan RI Di Sumatra Utara terus bergerak cepat memburu para buronan yang telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Alhasil tim Tabur yang dipimpin Asisten Intelijen (Asintel) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara, Dwi Setyo Budi Utomo, berhasir menangkap buronan.

"Buronan yang kami amankan itu bernama Sebastian Hutabarat, terpidana kasus penghinaan terhadap orang melanggar pasal 310 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Ini buronan kedua di tahun 2021," kata Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel), Sunarta, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (5/1).

Alasan Jaksa menangkap Sebastian Hutabarat adalah karena Dia dinyatakan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buronan atas dugaan tindak pidana penistaan.

Sebastian Hutabarat ditangkap di Kota Balige, Kabupaten Toba, pada Selasa, 5 Januari 2021, berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 167/Pid/2020/PT.MDN tanggal 08 April 2020 jo Putusan PN Balige Nomor : 78/Pid.B/2019/PN.Blg tanggal 09 Januari 2020.

Sebastian Hutabarat divonis 1 bulan penjara lantaran terbukti bersalah melakukan tindak pidana penistaan. Nadin karena terpidana Sebastian Hutabarat mengabaikan putusan pengadilan tersebut meski sudah dipanggil secara patut selama 3 kali oleh jaksa eksekutor dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Toba Samosir.

Terpidana Sebastian Hutabarat selama melarikan diri berprofesi sebagai penjual Pizza Andaman di Balige, Kabupaten Toba Samosir dan saat ditangkap terpidana tidak melakukan perlawanan.

"Selanjutnya terpidana langsung dibawa ke Kejari Toba Samosir untuk dilaksanakan eksekusi ke Lemabaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 3 Pangurururan," ungkapnya.

Lebih lanjut Sunarta menyatakan, program Tangkap Buronan (Tabur) 32.1 digulirkan oleh Bidang Intelijen Kejaksaan RI dalam memburu buronan pelaku kejahatan, baik yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan maupun instansi penegak hukum lainnya, dari berbagai wilayah di Indonesia.

"Melalui program ini, kami menyampaikan pesan bahwa tidak ada tempat yang aman bagi pelaku kejahatan," katanya.

Sunarta menegaskan, bahwa jaksa selaku eksekutor tetap akan melaksanakan eksekusi terhadap para terpidana berapapun hukuman yang dijatuhkan hakim terhadap para terpidana.

Oleh karena itu, Jamintel Kejaksaan ini mengimbau agar para buronan segera menyerahkan diri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. "Dimanapun Merdeka bersembunyi akan kami kejar dan tangkap para buronan itu," pungkasnya.(bh/ams)


 
Berita Terkait DPO
 
KPK Bawa 3 Koper Setelah Geledah Rumah Wantimpres Era Jokowi
 
Tim Tabur Kejaksaan Tangkap DPO Kejati Kaltim, Terpidana Kasus Pertambangan
 
Terpidana Abednego Buronan Kejari Samarinda, Diamankan Tim AMC Kejagung di Dompu NTB
 
DPO Wicang Terpidana Kasus Sabu-Sabu di Samarinda Akhirnya Ditangkap
 
Kejati Kalbar Berhasil Tangkap Buronan Kejari Pontianak
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]