Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Curanmor
Tiga Pencuri Motor dan Satu Wanita Penadah Ditangkap
2016-08-26 20:54:28

Tampak Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Budi Hermanto, saat jumpa pers, Jumat (26/8).(Foto: BH /as)
JAKARTA, Berita HUKUM - Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap komplotan pelaku pencurian sepeda motor (Curanmor). Pelaku berinisial RD alias EC (18), JAP alias AL (17), HR alias CM (20) dan seorang wanita berinisial MR (35) sebagai penadah.

"RD tugasnya sebagai pemetik, JAP jadi joki, sementara CM tugasnya mengamati keadaan sekeliling," kata Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Budi Hermanto, Jumat (26/8).

Tersangka sudah beberapa kali melakukan kegiatan tersebut. Terakhir aksinya dilakukan di kawasan Cakung, Jakarta Timur, merampas motor Yamaha Mio J pada Jumat 19 Agustus 2016.

Begal merupakan kejahatan jalanan yang kini marak terjadi di DKI Jakarta, menjadi atensi Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya hingga membentuk tim khusus (timsus) untuk mengatasinya.

"Kami sesuai arahan dari Dirkrimum, bagaimana cara perang terhadap begal, kami Subdit Resmob akhirnya bentuk timsus seperti yang dilakukan waktu lalu," ujar AKBP Budi Hermanto.

Bayangkan saja, terhitung Januari hingga saat ini sudah ada 16 kasus begal yang diungkap pihaknya. Adapun sasaran lokasi pelaku kejahatan itu paling banyak dilakukan di Jakarta Timur, Bekasi, dan Depok.

AKBP Budi mengatakan, salah satu penyebab pihaknya membentuk tim khusus karena pelaku begal saat ini justru semakin sadis. Mereka mulai membekali diri dengan senjata rakitan.

"Pelaku ini membekali diri dengan senjata tajam ataupun senjata api. Mereka tidak segan-segan melukai korbannya," papar Budi Hermanto.

Seperti kasus begal yang terjadi di Cilincing kemarin, AKBP Budi menyatakan para pelaku berusaha menembak dengan menodongkan senjata ke arah petugas. Kemudian petugas mengambil tindakan tegas.

"Kita lihat ada selongsong kaliber 38 spesial yang digunakan pelaku untuk menembak petugas. Alhamdulillah dalam hal ini petugas tidak terkena proyektil tersebut, tapi kami langsung melumpuhkan tersangka di lokasi kejadian," jelasnya.

Ketiga pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dan Pemberatan dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara. Sementara penadah akan dijerat dengan Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama empat tahun penjara.(bh/as)


 
Berita Terkait Curanmor
 
Tiga Oknum TNI AD yang Diduga Terlibat Sindikat Curanmor Dijerat Pasal 408 KUHP dan Pidana Militer
 
36 Spesialis Curanmor Digulung Jatanras Polda Metro, Mayoritas Residivis
 
Polsek Samarinda Kota Hadiahi Timah Panas Pelaku Spesial Pencurian Sepeda Motor
 
Komplotan Curanmor di Cikarang Digulung Resmob Polda Metro, 1 Tewas Didor
 
Resmob Polda Metro Bekuk Kawanan Spesialis Curanmor di Tangerang, 1 Pelaku Tewas Didor
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]