Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Polri
Tiga Kali Presiden Jokowi Tegas Ingatkan Polri Jangan Ragu Usut Tuntas Kasus Brigadir J
2022-08-09 19:53:03

JAKARTA, Berita HUKUM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketiga kalinya meminta Polri untuk mengusut tuntas kasus penembakan Brigadir Polisi (Brigpol) Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di rumah dinas mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo. Jokowi pun menekankan agar Polri tidak ragu-ragu melakukan proses penegakan hukum terhadap kasus tersebut.

“Sejak awal saya sampaikan, usut tuntas jangan ragu-ragu, jangan ada yang ditutup-tutupi ungkap kebenaran apa adanya,” kata Presiden Jokowi, di sela-sela kunjungan kerjanya ke Kalimantan Barat, Selasa (9/8).

Beliau juga tegas menyampaikan jangan sampai kepercayaan masyarakat terhadap Polri turun akibat kasus tersebut. Karena menurutnya citra Polri harus dijaga.

“Jangan sampai menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, itu yang paling penting, citra Polri apapun harus kita jaga,” lugasnya.

Seperti diberitakan, Presiden Jokowi sebelumnya sudah dua kali meminta Polri mengusut kasus penembakan tersebut secara tuntas. Pertama, saat kunjungan kerja ke Subang, Jawa Barat, Selasa (12/7/2022). Kedua, disampaikan Presiden Jokowi di sela-sela kunjungannya ke Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (21/7/2022).

Sekedar informasi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berencana akan mengumumkan tersangka baru kasus penembakan Brigadir J pada hari ini, Selasa sore (9/8).

Sebelumnya, Tim Khusus Polri telah menetapkan dua (2) tersangka kasus penembakan Brigadir J, yaitu Bharada E dan Brigadir RR.

Tersangka Bharada E dikenai Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan Sengaja, ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun. Sedangkan Brigadir RR dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, ancaman hukuman pidana mati.(bh/amp)


 
Berita Terkait Polri
 
Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden
 
Jimly: Presiden Prabowo Punya Wewenang Batalkan Perpol Nomor 10/2025
 
Komjen Agus Andrianto Resmi Jabat Wakapolri Gantikan Komjen Gatot Eddy
 
HUT Bhayangkara ke-77, Pengamat Intelijen Sebut Tiga Hal Ini Yang Nyata Dihadapi Polri
 
Polri dan Bea Cukai Teken PKS Pengawasan Lalu Lintas Barang Masuk RI, Cegah Kejahatan Transnasional
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]