Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Dirjen Pajak
Tersangka KPK Minta Dirjen Pajak Mundur
Saturday 18 May 2013 16:10:15

Ilustrasi, Kantor Direktorat Jenderal Pajak.(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Salah satu tersangka pegawai pajak yang menerima suap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Eko Darmayanto mengajukan diri sebagai justice colaborator.
Eko berjanji bakal mengungkap kasus-kasus pajak lainnya di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan. Eko juga menuntut agar Dirjen Pajak, Fuad Rahmany mundur dari jabatannya karena diduga terlibat dalam kasus pajak yang ia ungkap ke penyidik KPK.

"Saya ikhlas dipecat dan saya berharap bapak (Fuad Rahmany) juga siap ikhlas mengundurkan diri jika perkataan saya di hadapan penyidik benar," kata tersangka Eko Darmayanto yang ditemui di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (17/5).

Eko menjelaskan kedatangannya ke KPK hari ini bukan untuk diperiksa. Dia mengaku mengajukan diri untuk menjadi justice collaborator mengenai kasus pajak yang ia ungkap. Kasus pajak ini berbeda dengan kasus dugaan suap terkait PT The Master Steel.

Kepada penyidik KPK, ia mengungkapkan kasus pajak PT Genta Dunia Jaya Raya yang sudah divonis di pengadilan dan menyatakan bersalah terhadap pengedar faktur pajak tidak sah atau fiktif.

Direktur perusahaan tersebut, lanjutnya, masih merupakan keluarga langsung dari Dirjen Pajak saat ini, Fuad Rahmany."Direkturnya adalah keluarga langsung Direktur Jenderal Pajak. (Kerugian negara) Lebih dari Rp 6 miliar," jelasnya.

Namun ia tidak menjelaskan dengan detil adanya dugaan korupsi dalam penanganan kasus tersebut di persidangannya. Ia hanya menyebut ada pejabat eselon 1 di Ditjen Pajak yang terlibat.

"Nanti saya sampaikan, semuanya akan diberi tahu oleh pihak KPK. Ada eselon 1. Sorry, kalau ini saya belum berani bilang," ujarnya, seperti dikutip republika.co.id.

Mengenai penangkapannya karena menerima suap, ia mengakui hal tersebut murni kesalahannya dan rekannya, Moh Dian Irwan Nuqishira. Ia membantah kalau ada penyidik pajak lainnya yang terlibat dalam kasusnya.

"Untuk kasus ini iya. Saya dalam hal ini siap dan ihklas dipecat," tegasnya. Sebelumnya, tim KPK melakukan penangkapan terhadap tiga orang di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta pada Rabu (15/5) lalu.

Mereka adalah Eko Darmayanto dan Moh Dian Irwan Nuqishira selaku penerima suap serta Teddy Mulyawan selaku kurir pemberi suap. Sedangkan Manajer Keuangan PT The Master Steel, Effendi Kumala ditangkap di Kelapa Gading, Jakarta Utara pada hari yang sama.(rep/bhc/rby)


 
Berita Terkait Dirjen Pajak
 
Tersangka KPK Minta Dirjen Pajak Mundur
 
Dirjen Pajak Klaim Kinerjanya Makin Membaik
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]