Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Natal dan Tahun Baru
Teroris Nigeria Bersaksi di Malam Natal
Monday 26 Dec 2011 19:53:05

Sebanyak 40 orang tewas yang sebagian besar jemaat misa Natal di gereja St Theresa, dekat Abuja (Foto: Reuters Photo)
ABUJA (BeritaHUKUM.com) – Sebuah ledakan di luar gereja dekat ibukota Nigeria, Abuja menewaskan 35 orang warga sipil. Sedangkan satu polisi tewas di kota Jos dan empat korban lainnya terbunuh di kota Damaturu. Kelompok militan Islam Boko Haram mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Pada serangan pertama di luar Gereja St Theresa di Madalla, dekat Abuja, 35 orang tewas dan 50 lainnya luka. Rumah-rumah sekitar turut hancur jadi korban. Pendeta setempat menyatakan bahwa ledakan bom terjadi menjelang misa pagi selesai. Peristiwa ini digambarkan sangat mengerikan dan puluhan orang tewas dengan luka mengenaskan serta dibuat panik.

Kantor berita Reuters, Minggu (25/12), melaporkan bahwa masyarakat setempat dilaporkan marah akibat serangan dan juga karena lambatnya bantuan darurat datang. Ribuan anak muda membangun penghalang di jalan-jalan menuju ibukota dari arah utara yang didominasi kelompok Muslim, dan bentrok dengan polisi yang menembakkan gas air mata.

Sedangkan di kota Jos, sebuah ledakan dekat Gereja Gunung Api dan Keajaiban, diikuti rentetan tembakan yang menewaskan satu polisi. Sementara di kota Damaturu, arah timur laut, terjadi dua kali ledakan. Salah satunya adalah bom bunuh diri dengan mobil yang ditujukan pada konvoi pasukan pengamanan pemerintah. Dari empat orang tewas itu, satu di antarnta termasuk pelaku ledakan.

Presiden Nigeria Goodluck Jonathan yang juga penganut Kristiani mengatakan, serangan ini merupakan tantangan terhadap kebebasan dan keamanan. “Nigeria harus bersatu untuk mengutuknya. Saya ingin yakinkan semua warga Nigeria bahwa pemerintah tak akan tinggal diam dalam upaya menghukum para pelaku (kejahatan ini)," tegas dia.

Sementara itu, sejumlah pernyataan berisi kecaman terhadap pelaku kekerasan di Nigeria tepat pada malam Natal yang menewaskan 40 orang itu, juga muncul dari berbagai penjuru dunia. Kantor Presiden AS di Gedung Putih menyatakan serangan itu adalah kekerasan tanpa otak. Sementara menurut Menlu Inggris bom diledakkan para pengecut.

Bahkan, Presiden Perancis Nicolas Sarkozy menyampaikan solidaritas terhadap upaya (Nigeria) melawan aksi terorisme. Sedangkan Menlu Jerman Guido Westerwelle menyatakan bahwa pada hari Natal ini, dunia tetap tak bebas dari sikap pengecut dan rasa takut akan terorisme.

Sementara menurut Vatikan menyerang gereja adalah "kebencian buta" yang bertujuan "menumbuhkan dan menyuburkan kebencian dan kebingungan". Selain kecaman, sejumlah negara juga menawarkan bantuannya untuk mengusut dan membasmi kelompok teroris tersebut.(bbc/sya)


 
Berita Terkait Natal dan Tahun Baru
 
• Polda Gorontalo Gelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Persiapan Operasi Lilin Otanaha 2019
 
• Panglima TNI: TNI Siap Bantu Polri Amankan Natal dan Tahun Baru
 
• Panglima TNI: Pengamanan Terpadu Ciptakan Perayaan Natal Aman dan Damai
 
• Bupati Asahan Bersama Kapolres Asahan Pantau Pengamanan Natal
 
• Polisi Siap Gelar Operasi 'Lilin 2016'
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]