Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pidana    
 
Narkoba
Terkait Tewasnya Tahanan Narkoba Polres Tangsel, Begini Klarifikasi Kompolnas
2021-04-19 16:44:43

JAKARTA, Berita HUKUM - Tewasnya tahanan kasus narkoba Polres Tangerang Selatan dengan inisial SS (33) pada Jumat (11/12) jadi sorotan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Komisioner Kompolnas Poengky Indarti menegaskan bahwa lembaganya telah melakukan klarifikasi guna menyikapi kejadian tersebut.

"Kompolnas sudah melakukan klarifikasi terkait seorang tersangka kasus narkoba yang meninggal pada 11 Desember 2020 di tahanan Polres Tangerang Selatan. Hasil klarifikasi kami, tersangka meninggal akibat dianiaya sesama tahanan dan Polres Tangerang Selatan sudah langsung memproses pidana dua orang pelakunya. Pasca kejadian penjagaan tahanan juga diperketat," kata Poengky kepada pewarta BeritaHUKUM, Sabtu (17/4).

Menurutnya, pandemi Covid-19 menjadikan ruangan tahanan semakin penuh. Sehingga kemungkinan timbulnya gesekan yang berujung pada perkelahian atau tindakan kekerasan lain, semakin meningkat.

"Kompolnas melihat dampak dari pandemi Covid-19 mengakibatkan makin penuhnya ruang tahanan Polres dengan adanya tahanan-tahanan titipan Kejaksaan, sehingga rawan gesekan antar sesama tahanan yang dapat menyebabkan munculnya kekerasan. Selain itu penuhnya ruang tahanan mengakibatkan masalah-masalah lain termasuk potensi penyakit menular," ujar Poengky.

Atas kejadian tersebut, lanjut Poengky, pihaknya berharap agar para pihak atau lembaga terkait dapat duduk bersama untuk mencari solusi demi kebaikan bersama. "Kompolnas berharap masalah tahanan yang melebihi kapasitas ini dapat dicarikan jalan keluarnya secara bersama-sama oleh Polri, Kejaksaan Agung dan Kementerian Hukum dan HAM," ucap Poengky.

Selain itu, agar kejadian serupa tak terulang, Kompolnas berharap perlunya ditingkatkan pengawasan internal serta pengetatan Standar Operasional Prosedur (SOP) oleh satuan kerja yang membidangi pengelolaan, perawatan dan pengawasan tahanan di tingkat Polres.

"Untuk mencegah potensi kekerasan di ruang tahanan akibat over capacity, selain ditingkatkannya pengawasan dengan CCTV dan memperketat penjagaan, Kompolnas berharap penahanan dapat diprioritaskan untuk diterapkan pada kasus-kasus berat saja.Kompolnas juga berharap SOP penjagaan ruang tahanan dapat diperketat dan diperiksa setiap jam. Penggeledahan barang- berbahaya, alat komunikasi dan barang-barang lain yang dilarang harus rutin dilakukan," tutur Poengky.

Di sisi lain, imbuh Poengky, perlunya dilakukan pemeriksaan terhadap aparat yang bertugas ketika kejadian tewasnya tahanan tersebut. "Berharap para petugas jaga pada saat kejadian diperiksa Propam untuk melihat apakah ada pelanggaran yang dilakukan petugas," pungkasnya.(bh/mos)


 
Berita Terkait Narkoba
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
 
Nasib akhir AKP Deky Jonatan bekingi bandar narkoba besar demi naik jabatan, dipecat dari polisi
 
BNNP Kaltim Gagalkan Peredaran 1,5 Kg Sabu di Samarinda dan Balikpapan
 
2 Pekan Tim Hyena Polresta Samarinda Menangkap 10 Tersangka dengan 2,5 Kg Sabu
 
Nelayan Batam Minta Ganti Rugi Sebesar Rp 686,7 Miliar kepada Pemilik dan Nahkoda Kapal MT Arman 114 atas Perkara Pencemaran Laut
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]