Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Gratifikasi
Terima Parsel, Pegawai KPK akan Dihukum
Tuesday 21 Aug 2012 11:29:28

Parsel Lebaran (Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan tidak ada tradisi menerima bingkisan atau parsel apapun saat Hari Raya Idul Fitri ataupun hari-hari yang lainnya. Hukuman dan sanksi berat sudah disiapkan jika kedapatan ada pegawai KPK yang menerima bingkisan apapun.

"Memang tidak pernah ada tradisi semacam itu di sini (KPK). Mereka sudah tahu, jadi percuma saja jika mengirimi parsel, pasti ditolak," ujar Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja.

Adnan menyebut pegawai KPK dilarang menerima parsel atau bingkisan apapun karena dikhawatirkan itu adalah bentuk gratifikasi. Adnan menegaskan hingga saat ini dirinya tidak pernah ada bingkisan lebaran yang ditujukan kepadanya maupun pegawai KPK lainnya.

Menurut Adnan, hal ini perlu ditegaskan agar upaya pemberantasan tindak pidana korupsi yang sedang gencar-gencarnya diperangi dapat terus berjalan dengan seirama.

Ia pun mengatakan pihaknya mengimbau lembaga atau instansi lainnya untuk menolak bingkisan Lebaran dari pihak lain.

Adnan mengakui KPK telah mengirimkan surat imbauan untuk menolak hadiah Lebaran kepada kementerian dan lembaga negara. Ataupun jika ada lembaga atau instansi yang sudah terlanjur menerima bingkisan lebaran, diharapkan harus wajib melaporkan kepada KPK.

"Kami sudah kirim surat imbauan ke berbagai Kementerian dan lembaga negara. Jadi, kami juga sangat mengapresiasi jika kementerian atau lembaga negara lain yang mengikuti tradisi semacam ini," tutup Adnan.(mi/bhc/opn)


 
Berita Terkait Gratifikasi
 
KPK "Kejar" Kaesang Pangarep soal Dugaan Gratifikasi 'Jet Pribadi'
 
Gratifikasi dan Suap, Apa sih Bedanya?
 
Ditahan KPK, Azis Syamsuddin Dijebloskan ke Rutan Polres Jaksel dengan Kondisi Diborgol
 
Saksi ON Tidak Kenal dengan Terdakwa Nurhadi dan Menantunya Rezky Herbiyono. PH: Tidak Terbukti
 
Ada 2 Nama Jenderal Polisi Disebut di Pusaran Kasus Dugaan Suap Gratifikasi Nurhadi Beserta Menantunya Rezky
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]