Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Peradilan    
 
Kasus Dana APBD
Terdakwa Mantan Bupati Simalungun Dengan Lantang Memperotes Kinerja Jaksa
Thursday 20 Dec 2012 09:48:13

Pengadilan Negeri (PN) Medan.(Foto: Ist)
MEDAN, Berita HUKUM - Mantan Bupati Simalungun, T Zulkarnain Damanik dipersidangan sambil berdiri dengan suara lantang memprotes atas tidak dihadirkannya alat bukti oleh Jaksa saat usai persidangan di Pengadilan Tipikor Medan pada Rabu (19/12).

Protes ini dilakukan Zulkarnain akibat Jaksa Penuntut Umum JM Butar-butar SH, seusai membacakan replik dinilai tidak mampu membuktikan dakwaan serta tuntutannya mengingat ketidak mampuannya menghadirkan alat bukti berupa nota dinas yang katanya ditanda tangani oleh Zulkarnain Damanik.

Pada persidangan tersebut, Mantan Bupati Simalungun juga mengkritisi sikap Jaksa yang dinillai melakukan rekayasa atas kasus yang dianggap merugikan kerugian negara sebesar Rp 529 juta.

Soalnya, sewaktu pengajuan alat bukti penuntut umum Amardi P Barus pernah mengatakan bukti tertinggal di dalam mobil, akan tetapi nyatanya sampai sekarang dengan agenda persidangan pembacaan replik penuntut umum, JM Butar-butar justru mengatakan alat bukti sudah ditunjukan pada persidangan.

Sehingga Zulkarnain Damanik dalam persidangan menyerahkan alat bukti berupa fhoto copy nota dinas panjar kerja Dispenda sebesar Rp. 753.446.727 pada Desember 2005 yang ditandatangani oleh sekda dan bukan dirinya.

Ketua Majelis Hakim Tipikor pada PN Medan, Jonner Manik langsung menerima bukti copian nota dinas yang diserahkan oleh Zulkarnain dan dilihat juga oleh Jaksa tanpa dapat membantah bukti copian tersebut.

Majelis Hakim melihat bukti ini langsung menegaskan bahwa bukti tersebut dan sejumlah bukti yang tidak dapat dihadirkan Jaksa, akan menjadi pertimbangan dari Majelis Hakim dalam memutuskan.

Sementara itu Jaksa JM Butarbutar saat dimintai keterangan oleh wartawan, hanya bisa mengatakan kalau semua sudah sesuai dakwaan. Namun saat ditanya soal bukti yang tidak dapat dihadirkan, dirinya langsung ngacir meninggalkan para wartawan.

Ditempat terpisah, Kasi Pidsus Kejari Siantar Simalungun Edmond Purba SH tidak bisa menjawab soal keberadaan dua cek asli yang menjadi barang bukti dalam persidangan perkara kasus dugaan korupsi APBD 2005 sebesar Rp 529 juta, yang telah menyeret Mantan Bupati Simalungun T Zulkarnain Damanik dan Mantan Bendahara Umum Daerah (BUD) Pemkab Simalungun, Sugiarti.

"Maaf ya, kalau masalah barang bukti ataupun yang menyangkut temuan dipersidangan, itu kewenangan penuntut umum yang menyidangkan perkara dugaan korupsi dalam hal ini Jaksanya Amardi P Barus," ujar Edmond.

Namun ketika ditanyakan soal fakta yang ditemukan selama proses persidangan, selain dua cek yang menjadi masalah sekaitan keaslian tandatangan, maupun sejumlah barang bukti diantaranya nota dinas Kabag Tapem, nota dinas kadispenda, perbub, bonggol cek, buka kas, dan buku kontrol, ini sama sekali tak pernah dihadirkan selama proses persidangan.

Lagi-lagi Edmond Purba hanya mengatakan bahwa, masalah temuan dan fakta persidangan itu semuanya sudah kewenangan penuntut umum.

Tapi ketika ditanyakan, kenapa semua keterangan saksi membantah kesaksian, Edmond tidak bisa menjawabnya dan meminta dilakukan koordinasi dengan penuntut umum Amardi P Barus, namun sayang sang penuntut umum tidak hadir dalam persidangan.

Pada persidangan sebelumnya, Mantan Bupati Simalungun, Zulkarnain Damanik dalam pledoinya meminta Jaksa jujur dan jangan menzolimi dirinya dalam perkara dugaan korupsi penyimpangan APBD 2005.

Tuntutan 6 tahun penjara yang dibuat Jaksa Penuntut terhadap dirinya dianggap sangat jauh dari keadilan dan sebuah tuntutan yang zolim karena disinyalir ini adalah perkara yang direkayasa untuk menjerat Zulkarnain dalam perkara Tipikor.(bhc/and)


 
Berita Terkait Kasus Dana APBD
 
ETOS Institute Layangkan Surat Resmi Dugaan Penyalahgunaan Anggaran APBD Kabupaten Raja Ampat ke KPK
 
Bareskrim Menangkap Mantan Gubernur Malut Thaib Armayin
 
Akhirnya, Ucok Harahap Mantan Camat Kramat Jati Mendekam di Balik Jeruji Cipinang
 
Theddy Tengko Digelandang ke Sukamiskin, Asetnya Akan Disita
 
Terima Suap, Hakim Tipikor Kartini Marpaung Divonis 8 Tahun Penjara
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]