Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus di Kemenkes
Terdakwa Kasus Korupsi Pengadaan Alkes Dituntut 3 Tahun Penjara
Tuesday 29 May 2012 21:03:48

Pengadilan Tipikor Jakarta (Foto: Ist)
JAKARTA ( BeritaHUKUM.com) – Mantan Direktur Pemasaran PT Indofarma Tbk., M. Naguib dituntut, tiga tahun penjara dan denda sebesar Rp500 juta subsider tiga bulan kurungan. Karena terbukti menyalahgunakan kewenangannya dalam proyek pengadaan alat kesehatan untuk penanggulangan bencana di Kementerian Kesehatan tahun anggaran 2005.

"Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 3 UU Pemberantasan Korupsi jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP," ujar salah satu tim Jaksa Penuntut Umum (JPU), Subkhan saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (29/5).

Subkhan menjelaskan, saat Naguib bertemu dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Kesehatan, Mulya Hasjmy. Terdapat pembicaraan proyek pengadaan alat kesehatan. Naguib pun menyampaikan keinginannya agar Indofarma ikut serta dalam pengadaan. Padahal perusahan Indofarma itu tidak memiliki alat-alat kesehatan yang diinginkan Kemenkes. "Tetapi Mulya selaku PPK tetap menunjuk Indofarma sebagai pelaksana pengadaan,"ungkapnya.

Karena telah menang tender, Naguib pun mengirimkan harga penawaran dengan menaikkan terlebih dahulu sekitar 12-15 persen dari harga sebenarnya. Mengingat Indofarma bukanlah perusahaan distributor alat kesehatan, maka terdakwa mengambil alat kesehatan dari PT Mitra Medidua yang dimiliki Munadi Subrata, dan PT Mitra mengambil dari PT Bhineka Husada Raya.

Atas perbuatannya negara dirugikan sekitar Rp6,2 miliar dari total pengadaan sebesar Rp15,2 miliar. PT Indofarma sendiri diuntungkan Rp1,8 miliar dan PT Mitra Medidua menerima keuntungan Rp4,4 miliar. Selain bekerjasama dengan Mulya dan Munadi, terdakwa juga bekerjasama dengan Ketua Panitia Pengadaan Alat Kesehatan, Hasnawati.

Dan sebagai pemberat, JPU menilai selaku Direktur BUMN, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah melakukan pemberantasan korupsi kolusi dan nepotisme. (vnc/biz)



 
Berita Terkait Kasus di Kemenkes
 
• Wawancara Deddy Corbuzier dengan Siti Fadilah Tak Kantongi Izin Kemenkumham
 
• Mengerikan Sekali.., Memoar Siti Fadilah dari Penjara Pondok Bambu
 
• Menuding Dikriminalisasi KPK, Siti Fadilah: Siapa yang Menyuap Saya?
 
• Mengapa Mereka Membenci Siti Fadilah?
 
• Siti Fadilah Tersangka Baru Kasus Alkes di KPK
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]