Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pidana    
 
Jaringan Teroris
Terdakwa Jaringan Teroris Cirebon dan Sukoharjo Divonis 5-8 Tahun Penjara
Wednesday 01 Feb 2012 23:29:08

Tiga dari belasan terdakwa jaringan teroris Cirebon dan Sukoharjo (Foto: Bantenpos.com)
TANGERANG (BeritaHUKUM.com) – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Banten, Rabu (1/2), menvonis bersalah serta menjatuhkan hukuman penjara bervariasi antara 5-8 tahun penjara bagi 10 dari 13 terdakwa teroris kelompok Cirebon dan Sukoharjo.

Lima terdakwa bom Cirebon yang dijatuhi vonis itu ialah Ahmad Basuki, Mardiansyah, Arif Budiman, Andri Siswanto, dan Musola. Tapi vonis Ahmad Basuki, Mardiansyah dan Arif Budiman ditunda hingga Rabu (8/2). Sedangkan delapan terdakwa teroris bom Sukoharjo adalah Arifin, Edy Jablay, Ishak, Hari Budiarto, Eko Ibrahim, Ari Budisantoso, Zakim, dan Lubis.

Majelis hakim menyatakan bahwa para terdakwa kelompok Cirebon terbukti melakukan aksi membantu dan menyembunyikan pelaku bom bunuh diri di Masjid Az Zikra, Komplek Mapolres Cirebon, Jawa Barat pada 15 Maret 2011 lalu.

Peristiwa peledakan di Masjid Az Zikra tersebut mengakibatkan lebih dari 30 orang luka-luka, termasuk Kapolres Cirebon AKBP Herukaca akibat pecahan baut, mur, dan paku yang menerjang para polisi yang tengah melakukan ibadah.

Para terdakwa tersebut, dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 15 dan 9 UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme jo UU Nomor 12/Darurat/1951 jo KUHP. Atas putusan tersebut, para terdakwa melalui kuasa hukumnya menyatakan keberatan. Tapi mereka pikir-pikir untuk mengajukan upaya hukum banding.(dbs/mry)


 
Berita Terkait Jaringan Teroris
 
• Iriawan: Karena Melawan, Terpaksa Ditembak Mati
 
• Polisi Tangkap Dua Terduga Pembantu Teroris
 
• Oknum Polisi yang Membantu Teroris Divonis Tiga Tahun Penjara
 
• Rencana Terorisme Terbesar di Perancis Dibongkar
 
• Mantan Asisten Noordin Bermain Lagi
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]