Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kemenakertrans
Terdakwa Dugaan Suap Kemenakertrans Diadili
Wednesday 16 Nov 2011 01:57:52

Tiga terdakwa kasus dugaan suap Kemenakertrans (Foto: Ist)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Sesdirjen Pembinaan Penyiapan Pemukiman dan Penetapan Transmigrasi (P4T), Kemenakerstrans, I Nyoman Suisnaya mulai disidangkan di Pengadilan Tipikor pada Rabu (16/11) ini. Ia akan duduk sebagai terdakwa perkara dugaan suap Rp 1,5 miliar.

Informasi ini diperoleh langsung wartawan dari kuasa hukum Nyoman Suisnaya, Danardono di Jakarta, Selasa (15/11). Menurut dia, kliennya siap menghadapi persidangan yang beragendakan pembacaan surat dakwaan tersebut.

"Benar, (terdakwa Nyoman Suisnaya) disidang besok (hari ini-red) pukul 09.00 WIB. Klien saya sudah siap menghadapi sidang perdana pembacaan dakwaan nanti. Tapi untuk masalah eksepsi (nota keberatan atas dakwaan JPU-red), kami masih membicarakannya dengan tim. Tapi lihat saja di sidang, kami baru akan menentukannya,” jelas Danardono.

Selain terdakwa Susinaya, kabarnya terdakwa Dadong Irbarelawan juga akan menjalani sidang perdana. Namun, belum ada konfirmasi perihal informasi tersebut dari kuasa hukumnya. Terdakwa Dharnawati diinformasikan pula akan menjalani persidangan serupa. Mereka telah ditetapkan sebagai tersangka secara bersama-sama oleh KPK pada awal Agustus lalu.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga tersangka kasus dugaan suap itu secara bersamaan. Mereka adalah Dharnawati, kuasa direksi PT Alam Jaya Papua, serta dua pejabat Ditjen Pembinaan Penyiapan Pemukiman dan Penetapan Transmigrasi (P4T), Kemenakerstrans, yakni Sesdirjen I Nyoman Suisanaya serta Kabag Program Evaluasi Ditjen P4T Dadong Irbarelawan.

Sebelumnya, diketahui bahwa dana suap itu, sebetulnya mencapai Rp 7,3 miliar. Jumlah itu lebih besar dibandingkan uang sejumlah Rp 1,5 miliar yang ditemukan dalam kadus durian yang telah disita KPK pada penggeledahan di kantor Kemenakertrans, Kamis (25/8) lalu. KPK pun masih akan menelusuri dan mengembangkan perkara ini yang diduga melibatkan sejumlah pejabat penting.(tnc/spr)


 
Berita Terkait Kemenakertrans
 
• Pejabat Kemenakertrans Dituntut Lima Tahun Penjara
 
• Pejabat Kemenakertrans Divonis Dua Tahun Penjara
 
• Presiden SBY Peringatkan Menakertrans Muhaimin
 
• Presiden Minta Menakertrans Berdialog dengan Buruh
 
• 2017, Pemerintah Hentikan Pengiriman TKI
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]