Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Kementerian Pertanian
Terapkan Teknologi Inseminasi Balai Embrio Ternak Cipelang Hasilkan 1.000 Bibit Sapi Kembar
Friday 16 Jan 2015 23:34:38

Tampak sejumlah anak sapi berkualitas unggul hasil proses Inseminasi yang dilakukan BET Cipelang Bogor.(Foto:BH/mat)
BOGOR. Berita HUKUM - Teknologi Inseminasi atau rekayasa teknologi guna menghasilkan embrio melalui proses Invivo (proses fertilasi di dalam tubuh hewan) dan proses Invitro (proses Fertilasi di Laboratorium) diterapkan Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang Bogor untuk menghasilkan 1.000 bibit sapi kembar (twin) berkualitas unggul setiap tahunnya. Hal itu disampaikan Kepala BET Cipelang Tri Harsi pada BeritaHUKUM usai menerima kunjungan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran, Senin (12/1) lalu di Cipelang Bogor.

Tri Harsi menambahkan, akan proses Invivo dan proses invitro atau fertilasi didalam tubuh hewan dan fertilasi di laboratorium itu dibutuhkan waktu berjangka untuk menghasilkan embrio terbaik. "Embrio itu didapatkan melalui ovarium sapi betina unggul. Katakanlah jika terdapat 10 ovarium maka kemungkinan yang menjadi unggulan hanya setengahnya," papar Tri Harsi. Karenanya untuk menghasilkan 1.000 bibit sapi kualitas unggul dibutuhkan proses berjenjang.

Sedangkan untuk meningkatkan ketersediaan embrio bagi program kelahiran sapi kembar, harus memanfaatkan ovarium sapi betina produktif yang dipotong di rumah potong hewan, dan hal itu yang tidak mudah.

Selain mampu memproduksi bibit sapi kembar unggulan, Balai Embrio Ternak yang berada di desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, hingga akhir 2014 berhasil pula memproduksi embrio sapi sebanyak 716 embrio dan telah menghasilkan 70 ekor bibit sapi unggulan melalui program inseminasi buatan. Tri menambahkan,BET Cipelang telah mendistribusikan sapi pejantan unggulan ke Balai Inseminasi Buatan (BIB) nasional maupun BIB daerah. Yaitu diantaranya BIB Singosari, BIB Lembang, BIBD Sumatera Utara, BIBD Kalimantan Selatan, BIBD Lampung, BIBD Yogyakarta dan BIBD Blora dan Ungaran.

Sementara itu, usai kunjungannya ke BET Cipelang, Menteri Pertanian Andi Amran, menyatakan kesiapan pihaknya guna membantu BET Cipelang untuk meningkatkan target kelahiran sapi kembar (twin) unggulan dengan target sebanyak 500.000 bibit. Selain itu Amran berjanji secepatnya mengembangkan sembilan Balai Embrio Ternak (BET) sejenis, untuk mendukung ketersediaan bibit sapi unggul sebagai upaya mencapai swasembada sapi.

“Untuk di Cipelang, kami akan sediakan dana sejumlah 2 miliar guna pengadaan bibit atau embrio sapi unggulan, jika ada kendala lainnya tolong dijelaskan saja mana yang yang menjadi penghambat lalu kita akan carikan solusinya agar pencapaian swasembada daging sapi bisa dipenuhi. Jadi ibu Tri hapsari jangan khawatir, semua bisa dicarikan jalan keluar asal mau dan yakin,” sebut Amran disela kunjungan.

Menteri Pertanian Amran berjanji, Kementerian Pertanian siap mengembangkan sembilan Balai Embrio Ternak (BET) untuk mendukung ketersediaan bibit sapi unggul sebagai upaya lainnya dalam mencapai program swasembada sapi. Amran berharap tahun ini sembilan balai embrio ternak tersebut sudah siap beroperasi. Ke sembilan wilayah yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan BET baru tersebut, lanjutnya, antara lain di Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.

BET Cipelang merupakan satu-satunya Balai Embrio Ternak yang menjadi acuan penelitian dan pengembangan bibit sapi unggulan di kawasan Asia Tenggar. Sejak berdiri pada 1993/1994 hingga 2014 telah didistribusikan 9.132 embrio, bibit pejantan unggul sebanyak 183 ekor dan bibit betina 373 ekor.(bhc/mat)


 
Berita Terkait Kementerian Pertanian
 
KPK Tetapkan Syahrul Yasin Limpo, Sekjen Kementan, Direktur Alat dan Mesin Pertanian sebagai Tersangka
 
Alasan Syahrul Yasin Limpo Pilih Mundur dari Menteri Pertanian Kabinet Indonesia Maju
 
Sambangi Kantor Kementan, SYL Pamit ke Para Pegawai
 
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo Dikabarkan 'Hilang Kontak' Usai Kunker ke Eropa
 
Harga Cabai Melonjak, Johan Rosihan Desak Kementan Atasi Produksi dan Optimalkan Penanganan Pasca-Panen
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
RUU PPRT Jadi Usulan Inisiatif DPR, PRT Ungkap Ini
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
RUU PPRT Jadi Usulan Inisiatif DPR, PRT Ungkap Ini
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]