Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pemuda
Tepis Megawati, PKS: Kaum Milenial Banyak Karyanya
2020-10-30 08:10:17

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk tidak memanjakan generasi muda atau kaum milenial, menyusul aksi vandal pada demo tolak omnibus law UU Cipta Kerja yang berujung rusuh. PKS membela generasi milenial.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menilai generasi milenial banyak yang punya sikap positif. Ia juga memuji kelompok milenial yang mengikuti demo mahasiswa menolak omnibus law secara tertib.

"Milenial banyak karyanya. Pelaku start up, pelajar dan mahasiswa berprestasi hingga milenial yang ikut demo tertib karena cinta negeri adalah barisan milenial penuh prestasi," ujar Mardani Ali Sera kepada wartawan, Kamis (29/10).

Soal adanya anak muda yang lalai dalam bersikap, anggota Komisi II DPR ini mengatakan hal itu merupakan tanggung jawab bersama. Mardani mengingatkan, generasi milenial merupakan aset bagi masa depan Indonesia.

"Jika milenial kurang berprestasi maka yang salah kita yang sudah senior. Mereka adalah aset negeri," ucapnya.

"Ada kekurangan tapi merekalah harapan kita untuk membawa negeri menjadi sejahtera di masa depan," imbuh Mardani.

Seperti diketahui, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri meminta Presiden Jokowi tidak memanjakan generasi muda atau kaum milenial. Dia lantas mempertanyakan apa sumbangsih yang telah diberikan kaum muda milenial saat ini.

"Anak muda kita aduh saya bilang ke presiden, jangan dimanja, dimanja generasi kita adalah generasi milenial, saya mau tanya hari ini, apa sumbangsihnya generasi milenial yang sudah tahu teknologi seperti kita bisa viral tanpa bertatap langsung, apa sumbangsih kalian untuk bangsa dan negara ini?" kata Mega dalam sambutannya di acara peresmian Kantor DPD secara virtual, Rabu (28/10).

Megawati lalu mengungkit demonstrasi yang berujung ricuh dan merusak fasilitas. Dia heran atas peristiwa perusakan fasilitas itu.

"Masa hanya demo saja, nanti saya di-bully ini, saya nggak peduli, hanya demo saja ngerusak, apakah ada dalam aturan berdemo, boleh saya kalau mau debat," ungkap presiden ke-5 RI itu.

Sementara, banyak kontribusi yang sudah diberikan kaum milenial untuk bangsa Indonesia.

Hal tersebut ditegaskan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) untuk merespons pernyataan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri yang mempertanyakan kontribusi generasi milenial.

"Banyak yang dilakukan sekarang oleh pemuda, tapi belum terlihat mungkin atau sengaja enggak dilihat? Ini pertanyaan juga kalau disindir terkait demonstrasi, kontribusi oleh mahasiswa, milenial untuk negara adalah salah satunya dengan aksi," tegas Humas BEM SI, Andi Akhiyar kepada Kantoe Berita Politik RMOL, Kamis (29/10).

Adanya demonstrasi yang dilakukan mahasiswa dinilainya sebagai bagian dari kontribusi generasi milenial untuk bangsa dari ancaman oligarki.

Ia pun meminta kepada Presiden keenam RI tersebut untuk kembali membaca dan melihat langsung kontribusi mahasiswa masa kini dengan sejumlah prestasi di kancah internasional.

"Presitasi yang belum terlihat Bu Mega yang mana? Banyak prestasi dari pemuda. Saya tidak bilang mahasiswa tidak dihargai negara, akan tetapi masa enggak dilihat sisi akademisi di luar (negeri). Misalnya perlombaan kompetisi dan sebagainya, itu adalah prestasi dan kontribusi untuk negara," tandasnya.(gelora/detik/RMOL/bh/sya)


 
Berita Terkait Pemuda
 
Ketua MKD Ingatkan Makna Sumpah Pemuda
 
Tepis Megawati, PKS: Kaum Milenial Banyak Karyanya
 
Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-92, Taruna Akpol Gelar Baksos Serentak di Seluruh Indonesia
 
Wahai Pemuda, Jangan Jadi Pecundang
 
Rakor Kepemudaan Hasilkan Rumusan Sinergi Pengembangan Wirausaha untuk Pemulihan Ekonomi Nasional
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]