Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Presiden SBY
Temui Presiden SBY, KSAD Jepang Ingin Kerjasama Dengan TNI AD
Tuesday 29 Jan 2013 17:09:40

JAKARTA, Berita HUKUM - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima kunjungan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jepang atau Japan Grounds Self-defence Force (JGSDF) Jenderal Eji Kamizuka di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (29/1).

Pertemuan ini membahas tentang rencana peningkatan kerja sama Indonesia dan Jepang dalam bidang militer dan pertahanan.

"Saya senang sekali dengan kunjungan kehormatan ini, dan semoga hubungan bilateral antara Indonesia dan Jepang dan hubungan antara kedua tentara dapat ditingkatkan," ujar Presiden dalam sambutan singkatnya.

Presiden mengatakan bahwa pada kunjungan Perdana Menteri Abe pada 18 Januari lalu, kedua negara telah sepakat untuk meningkatkan kerja sama bilateral tidak hanya di bidang ekonomi tapi juga melingkupi segala bidang.

"Sebagaimana yang kita ketahui hubungan Indonesia dan Jepang sangat baik, solid dan terus berkembang. Demikian juga kerja sama pertahanan dan militer kedua negara," kata SBY.

Jenderal Eji Kamizuka hadir didampingi antara lain, Dubes Jepang untuk Indonesia Yoshinori Katori, Kepala Penelitian dan Divisi C4 Departemen Program dan Kebijakan JGSDF Kolonel Yoshihisa Nakano, dan Atase Pertahanan Jepang untuk Indonesia Kapten Toshiako Kondo.

Sementara itu, Presiden didampingi antara lain Menlu Marty Natalegawa, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah, dan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, usai mendapingi Presiden SBY menerima Kasad Jepang Jenderal Eiji Kimizukadi Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (29/1) mengatakan pembicaraan kerja sama militer kedua negara.

Walau setelah Perang Dunia II Jepang tidak diperbolehkan membangun kekuatan angkatan bersenjatanya dan memusatkan perhatian pada keamanan internal dan menangkal invasi Soviet atas Hokkaido, tapi situasinya kini telah berubah terutama menyangkut keamanan kawasan Laut China Selatan, Korea Selatan, China, Rusia.

Dalam waktu dekat Angkatan Bersenjata Jepang, khususnya angkatan daratnya, Japan Ground Self-Defense Force (JGSDF), akan menjalin kerja sama dengan TNI AD. Menurut Menhan, Presiden SBY menghatapkan ada 5 (lima) bidang kerja sama yang bisa dijalin, yaitu: diklat, pembangunan SDM, industri pertahanan, kontra terorisme, dan manajemen penanggulangan bencana alam.

Presiden SBY dalam kesempatan ini mengundang AD Jepang untuk bergabung dengan 18 negara dalam latihan gabungan kontra terorisme di Sentul, Bogor, Jawa Barat. "Jepang akan mengirim pasukan nubica atau nuclear, biologi, dan kimia dalam latihan gabungan counter terorism di Sentul," kata Menhan Purnomo.(wid/es/bhc/rby)


 
Berita Terkait Presiden SBY
 
• Presiden SBY Serahkan Dokumen 10 Tahun Pemerintahan ke Arsip Nasional
 
• Bertemu 20 Netizen, Ibu Ani: Ini Sore Yang Menyenangkan
 
• Presiden SBY Terima Pimpinan DPR, DPD, dan MPR-RI
 
• Minggu Terakhir, Presiden SBY ‘Beberes’ Kantor
 
• 'Bapak Presiden dan Ibu Ani, Kami Selalu Merindukanmu…'
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]