Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Sri Lanka
Tanah Longsor Sri Lanka, 100 Dikhawatirkan Tewas
Thursday 30 Oct 2014 05:20:46

Tanah longsor yang disebabkan hujan lebat mengubur sekitar 140 rumah. Hujan lebat melanda Sri Lanka dalam beberapa pekan belakangan. Operasi penyelamatan dihentikan pada malam hari karena kondisi yang gelap dan cuaca buruk.(Foto: twitter)
SRI LANKA, Berita HUKUM - Sekitar 100 orang lebih dikhawatirkan tewas dalam bencana tanah longsor di Sri Lanka bagian tengah. Pihak berwenang mengatakan hujan lebat di wilayah Badulla menyebabkan tanah longsor yang menguburkan sekitar 140 rumah, Rabu (29/10) pukul 7.30 pagi waktu setempat.

Bencana tersebut menghantam perkebunan teh Meeriyabedda di dekat kota Haldummula, sekitar 200 km di sebelah timur ibu kota Kolombo.

Sedikitnya 10 jenazah sudah ditemukan dan upaya pencarian korban terpaksa dihentikan pada malam hari karena cuaca yang buruk masih melanda tempat bencana.

"Lebih dari 100 orang dikhawatirkan tewas. Dan kami terpaksa menghentikan operasi penyelamatan karena kondisi yang gelap dan cuaca yang buruk," jelas Menteri Penanganan Bencana, Mahindra Amaraweera, kepada kantor berita Reuters.

"Dikhawatirkan terjadi bencana longsor lanjutan."

Sekitar 500 aparat militer, termasuk sejumlah alat berat, sudah dikerahkan untuk membantu operasi penyelamatan.(BBC/bhc/sya)


 
Berita Terkait Sri Lanka
 
Sri Lanka Lantik Penjabat Presiden Setelah Protes Besar
 
Serangan di Sri Lanka: 'Jaringan internasional' Diduga Terkait Dengan Pengeboman
 
Sri Lanka akan Selidiki 'Upaya Kudeta'
 
Tanah Longsor Sri Lanka, 100 Dikhawatirkan Tewas
 
60 Tahun Hubungan Indonesia-Sri Lanka: Bersahabat Dalam Politik, Ekonomi dan Sosial Budaya
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]