Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Depok
Tak Terima Ditegur, Pengendara Motor Tusuk Petugas Dishub di Depok
Monday 08 Jun 2015 21:39:49

Petugas Dishub ditusuk sajam oleh orang tidak dikenal saat bertugas disengon, Pitara, Pancoranmas, Depok.(Foto: Istimewa)
DEPOK, Berita HUKUM - Diduga tidak terima ditegur, petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Riswanto (36) ditusuk oleh pengendara sepeda motor. Kejadian ini berlangsung saat dia bersama kedua rekannya sedang mengatur lalu lintas di kawasan Simpang Sengon, Pancoranmas, Depok, Jawa Barat.

"Saya sedang melakukan penjagaan dan pengaturan arus lalin, saya bertugas sama dua rekan saya yang lainnya anggota dishub juga," kata Riswanto di Mapolsek Pancoran Mas, Senin (8/6).

Kejadian itu berawal saat Riswanto sedang memberhentikan truk muatan besar. Ketika itu, dia akan memeriksa kelengkapan surat-surat serta muatan barang. Tanpa disangka, dari belakang terdapat sebuah sepeda motor tengah mencoba mendahului.

"Pengendara motor Yamaha Mio di belakang truk menjadi tersendat. Karenanya sang pengendara Yamaha Mio yang berbocengan tetap menerobos melalui sisi kiri dan hampir menabrak saya," ujarnya.

Merasa hampir ditabrak, dia berteriak dan menegur pengendara tersebut. Tak terima, pengendara motor membalas teguran itu dengan aksi kekerasan.

"Pria yang dibonceng turun dan langsung memukul kepala saya. Kemudian yang bawa motor turun juga bawa pisau dan langsung menusuk dada serta paha saya," papar Riswanto.

Akibatnya, Riswanto langsung terkapar bersimbah darah. "Saya langsung dibawa ke Klinik dr Bahar, dan dapat jahitan di dada serta paha," katanya.

Riswanto menyebut kedua pengendara motor yang berboncengan itu mengenakan helm dan jaket gelap. "Keduanya berkulit hitam dan tingginya sekitar 165 centimeter. Tapi saya tahu nomor polisi motornya," katanya.

Riswanto menjelaskan, bahwa ciri - ciri kedua pelaku menggunakan helm dan bertubuh tinggi serta berkulit gelap. Setelah ditusuk, Riswanto langsung digotong ke Klinik Bahar Mampang, Pancoranmas, Depok.

"Orangnya hitam kayak dari suku tertentu. Pelaku pergi ke arah ke Barat, Sawangan. Motornya Mio, mereka mau nyerempet saya. Saya lagi arahkan lalu lintas saat itu. Saat dipukul saya langsung enggak bisa apa - apa langsung di bawa ke klinik dan sekarang laporan ke Polsek Pancoranmas," tukasnya.

Sementara itu Kapolsek Pancoran Mas, Kompol Purwadi menuturkan pihaknya akan mendalami kasus ini untuk mengejar pelaku penusukan. "Kami masih dalami kasusnya setelah menerima laporan korban," kata Purwadi.(tyo/merdeka/fmi/okezone/bh/sya)


 
Berita Terkait Depok
 
Soroti Ganjil Genap di Jalan Margonda Depok, Pengamat: Kebijakan yang Tidak Tepat dan Latah
 
Idris-Imam Resmi Ditetapkan sebagai Walikota dan Wakil Walikota Depok 2021-2026
 
Ikut-ikutan Kota Bekasi, Ternyata Depok Juga Pengin Gabung Jakarta
 
Pembangunan Underpass Citayam Mendesak
 
Polda Metro Jaya Limpahkan 3 Berkas Tersangka Kasus Korupsi Seragam SD ke Kejati
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]