Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Presiden SBY
Tak Harus Kesana-Kemari, Presiden SBY: Pemimpin Harus Punya Hati dan Visi
Friday 25 Apr 2014 11:42:29

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengunjungi kebakaran Pasar Senen. Jumat (25/4).(Foto: BH/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengemukakan, pemimpin itu datang dan pergi, pemerintahan bisa silih berganti, tetapi siapapun dia, pemimpin dan pemerintahan haruslah senantiasa melayani rakyat, dan dengan gigih bekerja keras meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Saat memberikan sambutan pada Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-18 di Istana Negara, Jakarta, Jumat (25/4) pagi, Presiden menegaskan, melayani rakyat tidak berarti pemimpin ituharus datang dari rumah ke rumah. Demikian juga meningkatkan kesejahteraan rakyat tidak berarti pemimpin itu harus jalan kesena kemari dan memberikan uang secara langsung.

“Bukan seperti itu. Pemimpin yang melayani dan meningkatkan kesejahteraan rakyat adalah pemimpin yang punya hati dan mencintai rakyatnya, memiliki visi dan mampu menjalankan visinya, serta tegar dan tidak mudah menyerah,” kata Presiden SBY.

Dalam acara yang dihadiri oleh Ibu Negara Hj. Ani Yudhoyono, Mendagri Gamawan Fauzi, para menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II dan para Gubernur, Bupati/Walikota se Indonesia itu, Presiden SBY menyampaikan, bahwa pemerintah menyadari banyak yang kita capai selama 5 (lima) tahun terakhir, meski juga tidak sedikit pekerjaan yang belum kita selesaikan.

Namun diakui Presiden, sebagian rakyat memiliki harapan yang lebih. Rakyat kita sudah tidak sabar, bahwa pembangunan itu proses panjang. Karena itu, lanjut Presiden, kita harus memenuhi harapan rakyat dengan mencurahkan sepenuh waktu untuk memahami rakyat.

“Pemimpin harus mendidik rakyat bahwa tidak ada jalan pintas dan resep ajaib untuk mewjudkan masyarakat adil dan makmur. ” tegas SBY serya mengajak para pemimpin untuk menyadarkan masyarakat, bahwa pembangunan itu sebuah proses.

Di akhir sambutannya, Presiden SBY kembali mengingatkan, pemimpin bisa datang dan pergi, pemerintahan bisa silih berganti, tetapi kita harus meyakini Indonesia tidak akan pernah kering dengan sosok-sosok pemimpin yang punya hati dan mencintai rakyat, yang punya visi dan sanggup menjalankannya, dan yang mau bekerja keras melayani dan meningkatkan kesejahteraan rakyatnya.

Presiden tidak lama berada di acara Peringatan Hari Otonomi Daerah itu, karena setelah acara tersebut ditutup dengan doa, Presiden SBY langsung meninjau lokasi kebakaran di kawasan Pasar Senen, Jakarta.
Sebagaimana diketahui kawasan perdagangan Pasar Senen Jakarta, pada Jumat (25/4) dinihari terbakar, dan mengakibatkan sekitar 2.064 kios menjadi korban amuk api.(WID/Humas Setkab/ES/skb/bhc/sya)


 
Berita Terkait Presiden SBY
 
• Presiden SBY Serahkan Dokumen 10 Tahun Pemerintahan ke Arsip Nasional
 
• Bertemu 20 Netizen, Ibu Ani: Ini Sore Yang Menyenangkan
 
• Presiden SBY Terima Pimpinan DPR, DPD, dan MPR-RI
 
• Minggu Terakhir, Presiden SBY ‘Beberes’ Kantor
 
• 'Bapak Presiden dan Ibu Ani, Kami Selalu Merindukanmu…'
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]