Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Gaya Hidup    
 
Taiwan
Taiwan Ciptakan Alat Pijat Untuk Atasi Mata Lelah
Thursday 01 Aug 2013 16:33:37

Alat pijat pijat bola mata, untuk atasi mata lelah.(Foto: Daily Mail)
TAIWAN, Berita HUKUM - Kehadiran berbagai gadget, seperti ponsel, komputer, hingga tablet, tentunya membuat indra penglihatan semakin berat bekerja. Hal inilah yang membuat para ilmuwan di Taiwan menciptakan sebuah alat pijat bola mata.

Banyaknya pemakaian gadget membuat 'pekerjaan' mata bertambah berat. Akibatnya para pengguna gadget kerap mengalami mata perih, mata lelah, pusing, dan berbagai keluhan lainnya. Hal tersebut memicu para ilmuwan di Taiwan mencipta sebuah alat pijat bola mata, yang diklaim mampu menghilangkan keluhan yang dialami oleh mata.

Masyarakat Taiwan yang terkenal banyak menggunakan aneka macam gadget dikabarkan sangat menyukai alat ini hingga tingkat penjualannya meningkat hingga 30% dalam setahun terakhir. Alat unik ini bekerja dengan cara dikenakan di mata seperti kacamata, lantas akan bergetar untuk memberi pijatan di daerah sekitar mata.

Manfaat yang dirasakan oleh pengguna dengan pamakaian alat ini adalah berkurangnya kantung mata, mata lelah serta melancarkan peredaran darah di indra penglihatan tersebut, demikian dilaporkan Dailymail.

Taiwan termasuk salah satu negara yang memiliki perkembangan pesat untuk hal gadget. Sebagian warganya kini sudah disibukkan dengan gadget mereka masing-masing hingga berjam-jam lamanya. Akibatnya banyak masalah kesehatan yang muncul disebabkan hal tersebut.

Misalnya kasus kematian seorang pria setelah 23 jam bermain game pada Februari 2012. Kemudian disusul kasus meninggalnya remaja 18 tahun pada Juli 2012 akibat bermain game online di warnet selama 40 jam.

Hal tersebut menjadi pemicu bagi banyak ahli untuk membuat aneka alat yang bermanfaat mencegah terjadinya masalah kesehatan akibat penggunaan gadget berlebihan. Salah satunya adalah alat pijat mata ini.(ikh/dym/bhc/rby)


 
Berita Terkait Taiwan
 
Hubungan China dan Taiwan Tak Kondusif, Legislator Minta Pemerintah Lindungi WNI di Taiwan
 
Konflik China-Taiwan Memanas setelah Sejumlah Diplomat Baku Hantam di Fiji
 
Pengembang Gedung Ambruk di Taiwan Ditangkap Polisi
 
Ledakan di Taman Hiburan Taiwan, Ratusan Orang Terluka
 
Ledakan Gas di Taiwan, 22 Tewas
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Untitled Document

  Berita Utama >
   
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]