Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Jakarta
Tahun Ini, DKI Bangun 7 Underpass dan 3 Flyover
Thursday 31 Jan 2013 11:26:15

Pembangunan Underpass Hasanuddin.(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Untuk memperlancar arus lalu lintas sekaligus mengurai macet di ibu kota, Pemprov DKI Jakarta berencana membangun 7 underpass dan 3 flyover tahun ini. Pembangunan 10 simpang tak sebidang itu akan dibangun di sejumlah titik terutama yang bersinggungan dengan perlintasan kereta api.

Untuk membangun 7 underpass dan 3 flyover ini, Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta menyiapkan anggaran sebesar Rp 62,5 miliar. Adapun pembangunannya dimulai tahun ini dan diharapkan rampung pada tahun depan.

Kepala Dinas PU DKI Jakarta, Ery Basworo mengatakan, pembangunan flyover dan underpass ini memang untuk memperlancar arus lalu lintas. Selain itu, juga untuk menjaga keselamatan pengendara, karena PT KAI juga berencana meningkatkan jumlah keberangkatan kereta. "Pembangunannya tidak bisa selesai tahun ini. Semuanya multiyears, jadi tahun depan dianggarkan lagi. Tahun ini kita akan bangun 7 underpass dan 3 flyover," ujar Ery, Rabu (30/1), seperti yang dikutip dari beritajakarta.com.

Dikatakan Ery, selama ini, sejumlah koridor bus Transjakarta juga ada yang bersinggungan dengan perlintasan kereta api. Hal ini juga menjadi menghambat sejumlah perjalanan bus Transjakarta.

Koridor yang bersinggungan diantaranya, koridor VIII (Lebakbulus-Harmoni) yang melalui jalan Arteri Pondok Indah, seringkali mengalami kemacetan di pertigaan Cendrawasih. Kemudian di Kuningan Selatan, flyover akan melintas di Jalan Gatot Subroto sisi Selatan, demi mendukung kelancaran Busway Koridor IX (Pinangranti-Pluit).

Adapun pembangunan 7 underpass itu yakni, Guntur-Cikditiro senilai Rp 7,5 miliar, Kartini Rp 10 miliar, Halimun-Madiun Rp 5 miliar, Industri Rp 5 miliar, Garuda Rp 5 miliar, Cendrawasih Rp 10 miliar, dan Permatahijau Rp 5 miliar. Sementara untuk flyover yakni, di Gunung Sahari Rp 5 miliar, Manggadua Rp 5 miliar, dan Kuninganselatan Rp 5 miliar.

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo menegaskan, pembangunan underpass dan flyover itu sebagai langkah Pemprov DKI menambah rasio jalan kota Jakarta yang masih minim. Hingga saat ini, kata Jokowi, penambahan jaringan jalan Jakarta baru mencapai 6,26 persen dari idealnya 12 persen.

”Rencananya, begitu APBD DKI 2013 disetujui Menteri Dalam Negeri, saya langsung perintahkan untuk dilelang. Pokoknya kalau sudah diketok Mendagri, ya langsung suruh mulai semuanya," kata Jokowi.(brj/bhc/opn)


 
Berita Terkait Jakarta
 
Omzet Toko Daging Dharma Jaya di Kembangan Capai Ratusan Juta
 
Presiden dan Wakil Presiden RI Hadiri Resepsi Pernikahan Putri Anies Baswedan
 
Gelar Acara 'Jakarta Menyapa', Gubernur Anies Apresiasi Peran Kader PKK Menjaga Kesejahteraan Keluarga
 
Survei CSIS Bertolak Belakang dengan Data BPS, Tingkat Kesempatan Kerja di DKI Jakarta Meningkat
 
KPw BI DKI Jakarta Sebut Transaksi Digital QRIS di Jakarta Luar Biasa
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]