Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
TNI
TNI dan Rakyat Berkarakter Gotong Royong yang Tidak Dimiliki Bangsa Lain
2016-10-03 20:32:17

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada acara Pagelaran Wayang Orang dengan cerita Satha Kurawa di Theater TIM, Jakarta Pusat, Minggu malam (2/10).(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Bangsa Indonesia bangga karena mewarisi Gen bangsa Patriot yang berjiwa Ksatria, karena setiap suku bangsa Indonesia masing-masing memiliki tarian perang dan senjata perang untuk mempertahankan diri. Identititas jati diri TNI menjadi semakin kuat dan kokoh, karena menyatu dengan karakter gotong royong yang tidak dimiliki oleh bangsa lain.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada acara Pagelaran Wayang Orang dengan cerita Satha Kurawa di Theater Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Minggu malam (2/10).

Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyatakan bahwa, Pagelaran Wayang Orang tersebut selaras dengan visi Presiden RI Ir. H. Joko Widodo dalam memulihkan harga diri bangsa, dengan mengusung kepribadian dan kebudayaan. "Pembangunan karakter bangsa dan kegotong royongan merupakan realitas Kebhinekaan dan terus dibina sertadilestarikan," tegasnya.

"Gotong royong dalam bahasa Inggris, Arab, China tidak ada, hanya Indonesia yang memiliki bahasa gotong royong. Hal ini merupakan potensi dan modal dasar dalam melakukan revolusi mental untuk menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa pemenang," kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Dalam kesempatan tersebut Panglima TNI juga menjelaskan bahwa, cerita Satha Kurawa mengisahkan tentang dendam, iri hati dan keserakahan Warga Kurawa terhadap saudara sendiri, yaitu Wangsa Pandawa. Dengan cara licik dan tipu muslihat dilakukan oleh Kurawa untuk merebut dan menguasai tahta kerajaan Pandawa.

Klimaks dari perseteruan antara Kurawa dan Pandawa mengakibatkan perang saudara. Peperangan berlangsung selama delapan belas hari sejak matahari terbit hingga malam. Dalam pertempuran, tewaslah seratus orang Kurawa, termasuk dari pihak Pandawa. Bharatayudha menyiksakan kepedihan dan kerugian yang luar biasa bagi kedua pihak. Di akhir cerita, kemenangan berpihak kepada pada kebenaran. Wangsa Pandawa berhasil merebut kembali kerajaan Hastinapura.

"Pesan singkat dari cerita wayang orang tersebut, bahwa bagi siapa saja baik menang maupun kalah dalam perang, keduanya akan mengalami penderitaan dan kesengsaraan," tandas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Sementara itu, pemain dalam pagelaran Wayang Orang tersebut, dari Perwira Tinggi (Pati) TNI yaitu, Marsdya TNI FHB. Soelistyo, S.Sos, sebagai Begawan Abiyasa, Mayjen TNI Yoedhi Swastono sebagai Nakula, Mayjen TNI Yoedhi Swastanto, M.B.A., sebagai Sadewa, dan Brigjen TNI Firman Achmadi, SE, sebagai Werkudoro.

Sedangkan pemain dari kalangan artis Ray Sahetapy berperan sebagai Destarata, Kresna oleh Ario Bayu, Dewi Kunthi oleh Maudy Koesnaedy, Srikandi oleh Olivia Zalianty, Gondo Asmoro oleh Inayah Wahid, Dursilowati oleh Feni Rose, Gendari oleh Giok Hartono, Drupadi oleh Aylawati Sarwono, dan Dewi Madrim oleh Gendis Soeharto.

Hadir pada Pergelaran Wayang Orang tersebut antara lain, Wakil Presiden RI Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, mantan Presiden RI ke-6 Prof. DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono, mantan Wapres Tri Sutrisno, Mantan Wapres ke-11 DR. Boediono, segenap Menteri Kabinet Kerja, Ketua Fraksi DPR, mantan Panglima TNI dan Kas Angkatan, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, para Kepala Staf Angkatan, para Asisten Panglima TNI dan Kabalakpus TNI.(TNI/bh/sya)


 
Berita Terkait TNI
 
• Pengemudi Mobil Plat TNI Palsu Cekcok dengan Pengendara Lain Jadi Tersangka Pasal 263 KUHP
 
• Jenderal Maruli Simanjuntak Resmi Jadi Kepala Staf TNI AD
 
• Meutya Hafid: Utut Adianto Pimpin Panja Netralitas TNI Komisi I
 
• Komisi I DPR RI Sepakat Jenderal Agus Subiyanto menjadi Panglima TNI gantikan Laksamana Yudo Margono
 
• Aspek Netralitas Akan Jadi Sorotan Komisi I dalam RDPU Visi-Misi Calon Panglima TNI
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]