Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Aksi Demo
Syiah Dan Ahmadiya Demo Kedubes AS
Monday 06 May 2013 21:05:59

Aksi Demo di Kedubes Amerika Serikat di Jakarta, Senin (6/5).(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Aksi demontrasi menentang kebijakan rezim SBY dan Boediono kembali dilakukan, wara Syiah Indonesia dan Ahmadiyah, serta jemaat GKI Yasmin, mereka mendatangi Kedubes Amerika Serikat di Jakarta Senin (6/5).

Pendemo menentang dan mengatakan banyak Gereja yang di tutup paksa di Indonesia, GKI Taman Yasmin, HKBP Filadelfia juga di tutup paksa meski mereka memiliki ijin.

Pendemo juga menganggap SBY tidak melakukan apa-apa terhadap konflik seketarian antara Syiah dan Ahmadiyah, juga terhadap kaum minoritas Ahmadiyah, dan Syiah di berbagai tempat di Indonesia, hingga saat ini masih terjadi berbagai kekerasan demi kekerasan antar kelompok mayoritas dan minoritas.

Pendemo melalui Stephen Suleeman mengatakan "ijinkan kami ingin bertemu Kedubes AS kami ingin protes rencana mereka," ujarnya.

Namun aparat keamanan dalam hal ini dari Polsek Metro Gambir Kompol Warsito melarang pendemo untuk masuk ke dalam kantor Kedubes AS. "Tidak ada Dubes AS di dalam dan anda jangan memaksa masuk," ujar Warsito.

Mereka ingin menyampaikan penolakannya atas rencana pemerintah AS, yang ingin memberikan penghargaan kepada SBY,"World Statesman" karena tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Akhirnya aksi ini, berakhir dengan tertib, serta para pendemo membubarkan diri. Setelah berkas dan surat mereka di terima oleh perwakilan dari petugas Kedubes AS.(bhc/put)


 
Berita Terkait Aksi Demo
 
Aksi Demo Serikat Petani Indramayu di PN Bandung
 
Ditelantarkan Dalam Tol, Penumpang Taxi Express Demo di Bunderan HI
 
GMN Demo Kedubes Inggris
 
Syiah Dan Ahmadiya Demo Kedubes AS
 
Hari Tani Nasional (Sekber - PHRI ) Demo BPN
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]