Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Ukraina
Sutradara Ukraina Dihukum 20 Tahun Penjara oleh Rusia
Wednesday 26 Aug 2015 07:56:59

Kasus Oleg Sentsov ini diangkat oleh beberapa sutradara internasional. Usai mendengar vonis, Oleg Sentsov dan Alexander Kolchenko menyanyikan lagu kebangsaan Ukraina.(Foto: Istimewa)
UKRAINA, Berita HUKUM - Pengadilan di Rusia menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara kepada sutradara Ukraina, Oleg Sentsov, dengan dakwaan aksi teroris di Krimea. Pria berusia 39 tahun itu ditangkap Mei 2014 dalam aksi protes menentang aneksasi Rusia atas semenanjung yang merupakan wilayah Ukraina itu, dua bulan sebelumnya.

Sentsov membantah dakwaan itu dan kasusnya diangkat oleh beberapa sutradara internasional, antara lain Mike Leigh, Stephen Daldry, dan Pedro Almodovar.

Sementara Rusia menolak pernyataan bahwa dia merupakan tahanan politik.
Seorang pegiat lainnya, Alexander Kolchenko -yang diadili bersama Sentsov- dihukum 10 tahun penjara dan juga membantah dakwaan atasnya.

Setelah hakim menyampaikan vonis, keduanya menyanyikan lagu kebangsaan Ukraina di pengadilan militer di kota Rostov-on-Don, Rusia selatan.

Sentsov -yang dikenal dengan film Gamer tahun 2011- didakwa membentuk kelompok teroris. Jaksa juga mengatakan dia terlibat dalam dua upaya pembakran di kota Simferopol, berdasarkan perintah keloompok ekstrimis Ukraina, Right Sector.

Namun pemerintah Ukraina mengatakan Sentsov dihukum karena menjadi pegiat pro-Ukraina yang tinggal di Krimea.

Kelompok hak asasi manusia internasional mengecam vonis Sentsov dan Kolchenko, sementara Menteri Inggris untuk urusan Eropa, David Lidington, mengatakan dia 'amat prihatin' dengan hukuman atas keduanya.(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Ukraina
 
Ribuan Drone Digunakan Perang di Ukraina, Mengapa Fungsinya Begitu Penting?
 
Krisis Pangan, Rusia Buka Opsi Ekspor Gandum Ukraina
 
Rusia Ingin Umumkan Kemenangan di Ukraina pada 9 Mei, Kenapa Tanggal Itu Begitu Penting?
 
Mengapa Indonesia Abstain Saat Rusia Dikeluarkan dari Dewan HAM PBB?
 
Bagaimana Sikap Negara BRICS terhadap Rusia?
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]