Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
PKPI
Sutiyoso: AP2K Miliki 11,4 Persen Suara di Pemilu 2009
Thursday 07 Feb 2013 15:24:54

Sutiyoso dalam Jumpa Pers di Jalan Diponegoro, Menteng Jakarta Pusat hari Kamis (7/2).(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Aliansi Partai Politik yang tak lolos verifikasi menyatakan sikap, bergabung dan mendukung ke Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), hal ini dinyatakan dalam Jumpa Pers yang di gelar di Jalan Diponegoro, Menteng Jakarta Pusat hari Kamis (7/2).

"Setelah sekian lama kita berjuang untuk mendapat hak-hak kita melalui Bawaslu. Ajudikasi sudah berjalan dan sudah ada 10 Partai diputus tidak memenuhi syarat, dan 1 Parpol berhasil yaitu PKPI," ujar Sutiyoso.

"Kita punya komitment dan akan berjuang bersama untuk merubah Negeri ini lebih baik lagi," tegas Sutiyoso.

Atau kemungkinan terburuk membatalkan keputusan oleh MA, namun kita tidak ingin membuat kegaduhan Politik, maka dari itu kami Aliansi 17 Parpol yang memiliki suara dalam Pemilu 2009 11.812.624 atau 11,4 persen (%) dan akan siap bertarung di 2014.

Sutyioso juga menggelar Acara makan tumpeng bersama para wartawan, dan pengurus Parpol lain di Kantor DPP PKPI jalan Diponegoro Jakarta Pusat.

Sutiyoso merupakan mantan Gubernur DKI Jakarta, yang menjabat selamat dua periode, yaitu pada 1997-2003 dan 2003-2007.(bhc/put)


 
Berita Terkait PKPI
 
• Ketum PKPI: Pentingnya Peran Pemuda dalam Membangun Bangsa
 
• PKPI Melaporkan Komisioner KPU Hasyim Asyari ke Polda Metro Jaya
 
• PKPI Resmi Jadi Ikut Pemilu 2019 dengan No Urut 20
 
• Ketika Hendropriyono Berbeda dengan Yusril
 
• Gagal Dapat Kursi Camelia Lubis Pulang Kampung
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]