Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Partai NasDem
Surya Paloh Ajak Kadernya Agar Tidak Berubah Haluan
Saturday 26 Jan 2013 11:42:31

Pidato Surya Paloh.(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Partai NasDem semalam menggelar kongres di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jum'at (25/1). Dalam sambutannya Surya Paloh mengajak kadernya untuk tidak berubah haluan dalam menghadapi tantangan, agar dapat memenagkan pemilu pada 2014 mendatang.

"Untuk memenangkan pemilu 2014, partai NasDem tidaklah boleh kehilangan semangat, agar dapat memenagkan pemilu. Dan kita tidaklah boleh menjadi kader partai yang cengeng, tetapi kader yang punya semangat besar, cita-cita besar dan punya keyakinan yang besar untuk memenangkan pemilu," kata Surya Paloh dalam sambutannya, di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (25/1).

Oleh sebab itu, Partai NasDem harus memerlukan semangat baru, pikiran yang baru dalam menggapai Indonesia satu. Dan saya berharap semua kader partai NasDem agar selalu bersatu dan bersatu supaya kita dapat berpegang teguh dengan apa yang telah menjadi acuan kita selama ini.

"Karena itu, Partai NasDem harus mutlak diperlukan semangat baru, pikiran baru, cara baru dalam menghadapi tantangan yang baru. Sebab masih banyak yang belum kita tuntaskan dalam menghadapi berbagai tantangan kedepannya," lanjutnya.

Menurut Surya Paloh, sebagai partai yang baru lahir, NasDem pasti menghadapi tantangan dan ujian, baik dari dalam maupun dari luar partai. Selama angin menerpa, selama itu gelombang akan ada dan akan datang dengan sendirinya.

"Kita tidak boleh berubah haluan hanya sekedar untuk menghindari gelombang tersebut. Karena ingat, pelaut ulung tidak pernah berenang di laut tenang, dia harus menunggangi gelombang saudara sekalian untuk membawa perahu partai NasDem ini menuju pulau harapan, pantai tujuan," ucapnya.

Tantangan menurut Surya Paloh, mau tidak mau harus dihadapi, tantangan itu kita ubah menjadi sebuah kekuatan dahsyat untuk membesarkan partai, dan tentunya dapat membuat nama harum partai agar lebih dahsyat kedepannya.

"Saya kutip kata bung karno: Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama kita masih hidup di masa panca roba, tetaplah semangat elang rajawali dan kitalah elang rajawali itu," tegasnya berapi-api.

"Oleh karenanya, saya yakin seyakinnya setiap kader NasDem tidak akan terpengaruh sedikitpun dengan riak gelombang yang menerpa kita. Karena saya tahu persis bagaimana kader partai bekerja, bertahan dan segala cobaan di masa lalu dan bahkan tidak jarang berkorban demi kejayaan partai," imbuhnya.

Surya Paloh juga memiliki mimpi besar di NasDem. Dia ingin membangun partai yang kuat, namun tidak bergantung hanya kepada iklan yang belum tentu masyarakat akan percaya begitu saja.

"Untuk apa partai NasDem kalau tidak menjadi alternatif. Apa yang membedakan. NasDem memberikan priorotas pada sistem Pemilu yang namanya moralitas. Kita penting dana dan iklan tapi itu tidak diatas spirit pekerja partai. Jenjang karir dan ini perlu mendapat prioritas. Jangan apa-apa kalau sudah dekat mendapat prioritas. NasDem harus memulai cara baru," tandasnya.

Selain itu, saya yakin dan percayalah do'a rakyat bersama saudara, do'a rakyat tidak bisa dihalangi siapapun.

"Kalaulah takut dilanda ombak buat apa berumah di tepi pantai, majulah Partai NasDem majulah bangsaku ini," pungkasnya.(bhc/opn)


 
Berita Terkait Partai NasDem
 
• Surya Paloh: Lawan Bukan untuk Dihancurkan, Tapi Kita Tawarkan Persahabatan
 
• NasDem Umumkan Nama Ganjar Pranowo Bacapres 2024, Puan Maharani: Sah-sah Saja
 
• Menteri dari Nasdem Terancam Direshuffle karena Ngotot Revisi UU Pemilu, Ahmad Ali: Tidak Ada Hubungannya!
 
• Nasdem: Kalau Capres-Cawapres Lawan Masuk Kabinet, Untuk Apa Pilpres Kemarin?
 
• Rio Capella Sebut NasDem Restoran Politik, Zulfan Lindan: Dia Tidak Waras!
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]