Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Partai Hanura
Survei Pemilih Pemula, Hanura Unggul Karena Jauh Dari Korupsi
Monday 06 May 2013 00:12:10

Peneliti Utama LSN, Dipa Pradipta, Minggu (5/5) saat memberikan keterangan pers di Hotel Atlit Senayan.(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM - Pada jumpa pers yang membahas Kecendrungan Voting Behavior di Kalangan Pemilih Pemula, Perkembangan Elektabilitas Capres Struktural Menjelang Pemilu 2014, ternyata partai hati nurani rakyat (Hanura) mengungguli dalam setiap survei.

"Pemilih-pemilih pemula dekat dengan partai yang programnya dekat dengan kaum muda, hanura mengungguli itu," Dipa Pradipta, Peneliti Utama Lembaga Survei Nasional (LSN), di Hotel Atlet Century Park, Jalan Pintu I Senayan, Jakarta Minggu (5/5).

Dijelaskannya ada 12,8 persen pemilih pemula akan memilih Hanura dan Gerindra, di bawah pemilih pemula yang akan memilih PDI Perjuangan sekitar 19,5 persen dan Golkar 19,3 persen.

Untuk partai lain yang membayangi Hanura dalam Voting Behavior Pemilih Pemula, yaitu Partai Nasdem 10,8 persen; Partai Demokrat 4,6 persen; Partai Amanat Nasional (PAN) 3,6 persen; Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 1,8 persen; Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 1,6 persen; Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 1,1 persen; Partai Bulan Bintang (PBB) 0,4 persen dan yang belum menentukan pilihan 11,7 persen.

"Partai Hanura yang dikenal karena sosok pak Wiranto yang identik dengan partai bersih, jauh dari praktek korupsi," kata Gema Nusantara dari LSN.(bhc/mdb)


 
Berita Terkait Partai Hanura
 
Hanura Usul Pembentukan UU Pembuktian Terbalik Soal Harta Kekayaan Pejabat Negara
 
Pecah Lagi, Konflik OSO-Wiranto Bikin Hanura Makin Tak Diperhitungkan di Pilkada 2020
 
Hanura Bambu Apus Sesalkan Penyataan OSO Tuding Wiranto Penyebab Terpuruknya Partai
 
Desak Polisi Tersangkakan Komisioner KPU, Ribuan Kader Hanura Geruduk Polda Metro Jaya
 
Aswanto SH Putra Asli Bengkulu Bacaleg Partai Hanura untuk DPR RI
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]