Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pemilu    
 
PDIP
Survei Cagub Oneng Raih 5,7%, PDIP Anggap Itu Wajar


Rieke Diah Pitaloka (Oneng). (Foto: Ist)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) - Lembaga Survei Indonesia (LSI) mensurvei popularitas calon Gubernur Jawa Barat, menjelang Pemilukada Jabar. Survei dilakukan pada 15 s/d 21 Mei 2012, bulan kemarin. Hasilnya, Rieke Diah Pitaloka –akrab dipanggil Oneng menempati urutan di bawah Tantowi Yahya.

Metode survei menggunakan multistage random sampling, dengan jumlah responden awal 440 responden. Margin of error kurang lebih 4,8%. LSI mensurvei ada 22 calon Gubernur Jabar.

"Sebanyak 41,4 persen dari 440 responden memilih Dede Yusuf sebagai calon gubernur yang paling pantas," ujar Toto Izul Fatah, Direktur Eksekutif Citra Komunikasi (Cikom) LSI.

Hasilnya, semua calon berada di bawah 10%, termasuk Ahmad Heryawan, yang hanya memperoleh sekitar 7,7 persen. Sementara itu, calon lainnya, yakni Irianto MS Syafiuddin –Yance- hanya 7,0 persen, Tantowi Yahya 5,9 persen, dan Rieke Dyah Pitaloka 5,7 persen. Dada Rosada Rahmat Yasin, Aang Hamid Suganda, Dedi Gumelar atau Miing Bagito, Primus Yustisio, Dedi Supardi, Rachel Maryam, dan Nurul Arifin hanya memperoleh suara di bawah 5 persen.

Menanggapi hasil survei ini, Abdi Yuhana, pengurus DPD PDIP Jawa Barat, memaparkan, “Wajar kalau dilihat dari konteks pemerintahan, karena Dede Yusuf sebagai wakil gubernur Jabar, terlebih dahulu dikenal masyarakat Jabar, dibandingkan dengan calon lainnya, termasuk Mbak Rieke (Oneng),” papar seorang DPD PDI Perjuangan, Abdi Yuhana, melalui pesan telefon genggam kepada pewarta BeritaHUKUM.com, Rabu (6/6).

Menjelang Pemilukada, khususnya di beberapa lokasi strategis, sering dilakukan survei, seperti apa yang dilakukan LSI ini. Survei seperti ini kerap mendapat pengaruh praktis terhadap pemilihan.

Ketika ditanyai mengenai langkah strategi dalam “perilaku survei” seperti ini, dan langkah apa yang akan dilakukan PDIP Jabar atas adanya survei yang menenggelamkan popularitas Oneng, Abdi menjelaskan, “Iya, kalau strategi sudah pasti, karena Jabar merupakan barometer Indonesia. Untuk itu, satrategi pemenangan yang kita susun tentunya berorientasi pada bagaimana meningkatkan solidaritas Partai dan tingkat pengenalan calon yang akan kita usung. Di Jabar, dengan 625 kecamatan dan 5000 lebih desa, penduduk sekitar 42 juta, dibutuhkan kerja keras untuk mendorong agar calon yang kita usung mempunyai tingkat keterkenalan,” imbuhnya. (bhc/frd)


 
Berita Terkait PDIP
 
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
 
PDIP: Pangkalan militer asing bertentangan dengan kehendak sejarah pembentukan RI
 
Deddy Sitorus PDIP Mengajak Mengundurkan Diri secara Massal, Waduh
 
Pengamat: Megawati Tak Gentar, Anggap Kasus Hasto Kristiyanto Cuma Angin Sepoi-sepoi, Bukan Badai
 
Ada yang Ingin Dongkel Megawati dari Kursi Ketua Umum saat Kongres 2025, PDIP: Sudah Ada Tanda-tanda
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]