Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Demo Didepan Gedung KPK
Subhan Hamid: KPK Diminta Tuntaskan Kasus PT Barata Indonesia
Monday 15 Oct 2012 19:00:39

Massa dari APMK berdemo di depan jalan Gedung KPK, meminta agar jangan ada tebang pilih pada semua kasus korupsi (Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ratusan massa dari Aliansi Pemuda Mahasiswa untuk Keadilan APMK sejak pukul 12:30 WIB tadi, Senin (15/10), mendatangi gedung KPK sembari meneriakkan, "Tangkap Sindo Sumidomo!". APMK menilai, sampai saat ini KPK masih melakukan tebang pilih dalam pengungkapan kasus-kasus korupsi di tanah air. KPK cenderung akan bersikap keras dan tegas dalam mengungkap kasus korupsi dan kerugian negara yang syaratnya berbau politis atau memiliki nilai sensasional, sedangkan kasus yang tidak ada relevansi politis dan sensasionalnya demikian, tak pernah tuntas pengungkapannya.

Salah satu bukti tebang pilih yang dilakukan KPK, adalah dalam kasus penjualan aset tanah dan bangunan seluas 5,8 hektar di jalan Ngagel No 109 Surabaya, yang merupakan milik BUMN PT. Barata Indonesia.

Kasus penjualan tanah milik BUMN ini merugikan negara dengan nilai yang mencapai 22,6 miliar rupiah, namun hanya menetapkan satu tersangka, yaitu Direktur Keuangan dan SDM PT. Barata, Mahyudin Harahap sebagai penjual tanah BUMN dibawah harga NJOP. Sedangkan pihak konglomerat Sindo Sumidomo alias pengusaha Asui tak disentuh.

"KPK jangan tebang pilih dalam kasus-kasus korupsi!", seru Subhan Hamid dalam orasinya. Dijelaskan bahwa, apakah kasus Barata yang kurang menjadi sorotan publik dan tak ada nuansa politik dianggap tak penting?, sehingga dianggap tak masuk dalam kategori merugikan negara, padahal sudah jelas-jelas nilainya puluhan miliar. APMK meyakini masih ada aktor intelektual yang hingga kini belum tersentuh hukum, termasuk pembeli aset BUMN tersebut.

Dengan tegas pada hari ini, kami meminta KPK agar segera menyeret ke pengadilan Dirut PT. Barata tahun 2003, Harsusanto dan Sindo Sumidomo alias Asui dari PT. Cahaya Surya Unggul Utama.(bhc/mdb)


 
Berita Terkait Demo Didepan Gedung KPK
 
• KPK Harus Segera Panggil Kemenko PMK, Menteri Puan!
 
• AKU KPK Dukung Penuh KPK Berantas Kasus APBD Riau 2015
 
• AMPAK Demo Terkait Dugaan Kasus Pembelian Sumur Minyak di Malaysia
 
• AMPT Demo Desak KPK Periksa Ichwanul Idrus Dirut LPPNPI
 
• AKRAB Demo KPK Tuntut Kasus Korupsi Setya Novanto
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]