Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Pembunuhan
Subdit VI Ranmor Polda Metro Jaya Reka Ulang Pembunuhan Pasutri Pengusaha Garmen di TKP Tanah Abang
2017-10-09 17:54:55

Kanit III Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Wagino di lokasi rekonstrusi, Senin (9/10).(Foto: BH /as)
JAKARTA, Berita HUKUM - Subdit VI Ranmor Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menggelar reka ulang (rekonstruksi) pembunuhan pasangan suami istri (pasutri) pengusaha garmen Aston Kids, yakni Husni Zarkasih dan Zakiyah Masrur, Senin (9/10).

Rekonstruksi dilakukan di lokasi tempat kejadian perkara (TKP) perampokan disertai pembunuhan di Jalan Pengairan No.21, RT 011/RW 06, Benhil, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Mayat korban pembunuhan dibuang di Sungai Klawing untuk menghilangkan jejak, Plumbungan, Bobotsari, Purbalingga, Jawa Tengah. Mayat dibungkus bedcover ditemukan warga pada Senin, 11 September 2017.

"Rekonstruksi ada 26 adegan, Zakiyah Masrur menjadi korban pemukulan oleh Zulkifli di kamar utama pada adegan ke 8. Motif pembunuhan masalah ekomoni," ujar Kanit III Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Wagino di lokasi rekonstrusi, Senin (9/10)

Rekonstruksi dilakukan tiga tersangka, Engkos Kuswara (33), Sutarto (46), dan Ahmad Zulkifli (tewas ditembak) diperankan oleh polisi.

Sementara itu, anak pertama korban pembunuhan Gilang (31), menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak kepolisian yang dengan cepat mengungkap kasus pembunuhan ini.

Kemudian pengacara keluarga korban Jhony Mazmur Manurung mengatakan pihak keluarga menuntut hukuman yang masimal.

Kalau pasal 365 KUHP tuntutan maksimal 20 tahun, tetapi kalau memakai pasal 340 KUHP tuntutan maksimal hukuman mati," katanya.

Jhoni menuturkan, korban pernah meminta tolong kepada Zulkifli untuk menjual rumah di daerah Kreo. Tetapi rumah di Kreo laku terjual, bukan atas kerja Zulkifli. Namun, Zulkifli meminta komisi sebesar Rp 40.000.000. Pihak keluarga tidak memberi uang yang diminta oleh Zulkifli.(bh/as)


 
Berita Terkait Pembunuhan
 
• Update kasus kematian dosen Untag Semarang, AKBP Basuki jadi tersangka
 
• Reka Ulang Kasus Anak Majikan Bengkel Pukul Korban dengan Palu hingga Tewas, Ada 18 Adegan
 
• Polda Metro Tangkap 2 ART Pelaku Tindak Pidana 340, 338 dan 368 KUHP
 
• Fakta Baru Penyelidikan Kasus Kematian Satu Keluarga di Bekasi, Dugaan Kuat 3 Korban Diracun Bukan Keracunan
 
• Perkara Pembunuhan Brigadir J, Terdakwa Ferdy Sambo Dituntut Pidana Penjara Seumur Hidup
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]