Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Bencana Alam
Strategi Mewujudkan Masyarakat dan Bangsa Indonesia yang Tangguh Menghadapi Bencana
Thursday 29 Aug 2013 22:20:06

Kepala BNPB, DR.Syamsul Maarif.(Foto: Ist)
MEDAN, Berita HUKUM - Kepala BNPB, DR.Syamsul Maarif,M.Si menghadiri undangan orasi ilmiah pada acara 700 Wisudawan Sarjana Universitas Sari Mutiara - Medan (29/8). Rektor Universitas Sari Mutiara Indonesia, Dr.Dra.Ivan Elisabeth Purba,M.Kes, dalam sambutannya menyampaikan, "kami menyiapkan relawan aktif, yakni mahasiswa aktif dan alumni untuk berperan melakukan penanggulangan bencana dan menjalin kemitraan dengan BPBD Medan", ucapnya.

"Terima kasih kami haturkan kepada Kepala BNPB, atas orasi ilmiah yang dilakukan sebagai bentuk pencerahan, bimbingan, arahan serta membuka lembaran peta besar untuk kami berperanserta dalam penanggulangan bencana", tambahnya.

Dalam orasi ilmiah 'Strategi Mewujudkan Masyarakat dan Bangsa Indonesia yang Tangguh Menghadapi Bencana', Kepala BNPB mengatakan, "Ancaman bencana di Sumatera Utara, mencapai 64% dalam satu dasa warsa terakhir" ungkapnya. Masyarakat harus memiliki 4 kemampuan, yakni "1.Kemampuan untuk mengantisipasi setiap ancaman, 2.Kemampuan untuk melawan atau menghindari ancaman bencana banjir, 3. Kemampuan untuk mengadaptasi bencana dan dampak yang ditimbulkan,.4. Kemampuan untuk pulih kembali secara cepat setelah terjadi bencana", tambahnya.

Dalam orasinya Kepala BNPB berpesan, "jangan takut untuk menjadi orang besar dan hormatilah kepada orangtua, agar lulusan Universitas Sari Mutiara selalu memiliki semangat tangguh,dan mampu menjadi pelopor perubahan dan mandiri, yang disertai pengembangan karakter diri sendiri", tutupnya.(acu/pdt/bpb/bhc/rby)


 
Berita Terkait Bencana Alam
 
Muhammadiyah Layani Lebih dari 800 Ribu Warga dalam Respon Kemanusiaan
 
Kerugian Akibat Bencana Alam di Tahun 2021 Tembus Rp 1.000 Triliun
 
Perlu Terobosan Penanganan Dampak Bencana
 
Penanganan Bencana Alam Dinilai Lambat
 
Muhammadiyah Miliki Peran Besar dalam Mitigasi Bencana
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Untitled Document

  Berita Utama >
   
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]