Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
Kasus Wisma Atlet
Status Anggie di DPR Masih Aman
Tuesday 05 Jun 2012 13:04:39

Angelina Sondakh (Foto: Ist)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Angie begitu sapaan akrab Angelina Sondakh, diduga terlibat dalam perkara suap proyek pembangunan wisma atlet SEA Games dan kasus korupsi di Kemendiknas, kini kedudukanya masih berstatus sebagai anggota DPR, meskipun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menahannya, di Rumah Tahanan (Rutan) Jakarta Timur, Cabang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ketua DPP Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana membantah amannya kursi Angie di Senayan lantaran ada barter politik dengan kader Partai Demokrat.

”Enggak ada kaitannya itu. Wong yang bersangkutan sudah ditahan kok, jadi enggak ngaruh tuh,” kata Sutan dalam pesan singkatnya kepada tim media in Selasa (5/6).

Lebih lanjut Sutan menuturkan sebelum adanya keputusan tetap dari pihak pengadilan, maka belum ada sikap yang dapat diambil untuk meminta Angie mundur, atau memecatnya dari DPR.

“Sebelum inkrach yang bersangkutan masih anggota DPR non aktif namanya,” terangnya.

Saat disinggung soal komentar politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul, yang meminta Angie segera memundurkan diri sebagai anggota DPR, Sutan mengatakan hal tersebut hanya pendapat pribadi.

”Kita ngikuti UU MD3. UU tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD,” tegasnya.

Sebelumnya Angelina Sondakh resmi ditahan sejak 27 April 2012, setelah sebelumnya dijadikan tersangka oleh KPK pada tanggal 3 Maret. Pada Selasa 15 Mei 2012 KPK memperpanjang masa penahanan Angie selama 40 hari dengan dalih pemeriksaan belum selesai. Alhasil, hingga kini Angie berada dalam satu tahanan bersama Rindo Rosalina Malullang dan Miranda Swaray Goeltom. (dbs/bhc/rat)



 
Berita Terkait Kasus Wisma Atlet
 
• Pernyataan Yulianis, Diduga Fahri Hamzah Ikut Kecipratan Uang dari Nazaruddin
 
• Elza Syarief: M Nazaruddin Akan Beberkan 30 Kasus Korupsi Baru Ke KPK
 
• Lengkapi Berkas Anas, KPK Garap Angie
 
• Kalah Banding di Pengadilan Tinggi, KPK Berniat Banding Hingga ke MA
 
• KPK Telusuri Keterlibatan Gubernur Alex Noerdin
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]