Relawan Ahok itu menyebut Pospera mengintervensi pengakuan kecurangan" /> BeritaHUKUM.com - Spanduk Pospera, Sindir 'Teman Ahok' Soal Cara Mengumpulkan KTP

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pemilu    
 
Ahok
Spanduk Pospera, Sindir 'Teman Ahok' Soal Cara Mengumpulkan KTP
2016-06-26 18:30:38

Spanduk sindiran dari Pospera untuk 'Teman Ahok'.(Foto: Kompas.com/David Oliver Purba)
JAKARTA, Berita HUKUM - Sebuah spanduk dengan isi menyindir terpasang saat sejumlah anggota Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) menyampaikan bantahan terkait tudingan relawan pendukung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, "Teman Ahok".

Relawan Ahok itu menyebut Pospera mengintervensi pengakuan kecurangan yang disampaikan mantan pengumpul KTP Teman Ahok. Dalam Spanduk berukuran 2x3 meter itu tertulis kata-kata menyindir untuk Teman Ahok.

Isi spanduk itu yakni "1 juta KTP, kumpulin duit sendiri, jualan baju sendiri, bajunya dipakai sendiri, kumpulin KTP sendiri, hitung sendiri, verifikasi sendiri, diumumkan sendiri, dirayakan sendiri. Sekalian aja pemilu sendiri".

Spanduk itu cukup gamblang menyindir Teman Ahok soal cara mengumpulkan KTP hingga membiayai seluruh kegiatannya.

Ketua Dewan Pembina Pospera, Adian Napitupulu menjelaskan, dirinya menemukan kata-kata tersebut di internet, lalu menyalin tulisan itu di spanduk saat konferensi pers.

"Saya dapat dari yang ada di internet, saya pikir lucu, jadi saya pasang," ujar Adian di Sekretariat Pospera, Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (25/6).

Organisasi Pospera dan Teman Ahok kini semakin menjadi sorotan publik. Teman Ahok menyebut Pospera mengintervensi pengakuan lima mantan pengumpul KTP Ahok.

Tudingan itu dibantahkan oleh Pospera yang menyebut pengakuan itu merupakan kemauan dari mantan Teman Ahok dan bukan atas dorongan atau paksaan Pospera.(dop/fa/kompas/bh/sya)


 
Berita Terkait Ahok
 
Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok Sudah Keluar Bebas dari Rutan Mako Brimob
 
Ditertawai Adiknya Ahok, Sam Aliano: Harapan Veronika Tan Jadi Ibu Negara
 
Mako, Ahok dan Teroris
 
Terkait Kewarganegaraan Ayah Ahok, Inilah Tanggapan Yusril Atas Surat Terbuka Adik Ahok
 
'Ahok Masih di Rutan Mako Brimob karena Kedekatannya dengan Jokowi'
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]