Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Gaya Hidup    
 
Perempuan
Sosialisasikan Tanaman Vertikultur, PPLIPI: Metode Ini Tanpa Gunakan Bahan Kimia
2018-10-13 16:47:18

Ketua Komisi Bidang Pertanian PPLIPI, Vina Bambang Sudono (kiri) dalam kegiatan sosialiasi tanaman vertikultur.(Foto: BH /mos)
JAKARTA, Berita HUKUM - Untuk memberdayakan lahan terbuka agar memiliki manfaat yang baik, Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) bekerjasama dengan Persit Kartika Chandra (KCK) Pengurus Daerah (PD) Jaya, mengadakan kegiatan 'Sosialisasi dan Pelatihan Tanaman Vertikultur'.

Ketua Komisi Bidang Pertanian PPLIPI, Vina Bambang Sudono menjelaskan vertikultur ialah sebuah teknik bercocok tanam di ruang sempit dengan memanfaatkan bidang vertikal sebagai tempat bercocok tanam.

"Tanaman ini kita manfaatkan dari lahan militer, kebetulan suami saya juga dari militer. Maka kita mengkombinasikannya antara militer dengan organisasi PPLIPI sebagai wadah yang menyambungkan antara pencetus Vertikultur dengan militer ini," ujar Vina di Aula Sudirman, Makodam Jaya, Cililitan, Jakarta Timur, Jumat (12/10).

Ia mengatakan dalam penerapan metode vertikulur tersebut, seluruh prosesnya terbebas dari bahan kimia. "Teknik ini sama sekali tidak menggunakan bahan pestisida sehingga baik sayuran dan buah-buahan yang ditanam terbebas dari bahan-bahan kimia," ucapnya.

Vina berharap dengan adanya kegiatan tersebut, dapat meningkatkan kesadaran banyak pihak, terutama dalam hal kesehatan. "Dengan adanya kegiatan ini mampu meningkatkan kesehatan tubuh seluruh anggota dengan mengonsumsi makanan organik yang sehat dan dapat dibudidayakan dengan lahan yang minimalis," katanya.

Sementara, Ketua Umum PPLIPI, Indah Surya Dharma Ali, menyebutkan, metode tanaman Vertikultur merupakan metode bercocok tanam yang paling tepat pada masa kini dalam mengatasi permasalahan keterbatasan lahan.

"Ini merupakan kerjasama dari Komisi Pertanian kami dengan Kodam Jaya untuk sosialisasi dari teknologi untuk bagaimana menghasilkan pohon-pohon yang memang bisa diharapkan menambah ketahanan pangan. Ketahanan pangan ini khususnya bagi keluarga-keluarga dan kedepannya mungkin ada nilai ekonomisnya, ini yang kita harapkan dari sebuah kerjasama ini," paparnya.

Selain itu, usai menerima penjelasan tentang Vertikultur, para peserta juga diajak meninjau lokasi tanaman Vertikultur yang disiapkan PPLIPI untuk Kodam Jaya serta pemberian plakat dan cinderamata, ramah tamah, pengenalan produk Sawo Mata dan Seven Bufee.

Hadir pada kegiatan kali ini para peserta yang terdiri dari pejabat Kodam Jaya dan para Ketua Cabang BS, Ketua Cabang, Ketua Ranting BS dan Ketua Ranting di jajaran Persit KCK PD Jaya, Kyai Tanjung serta Brigjen TNI Bambang Sudono.

Seperti diketahui, Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) ialah sebuah organisasi sosial kemasyarakatan yang berkontribusi bagi pembangunan melalui kegiatan pemberdayaan perempuan.(bh/mos)


 
Berita Terkait Perempuan
 
Susi Pudjiastuti dan Sejumlah Tokoh Perempuan Kritik Keras Pernyataan Mahfud
 
Cerita Penari Perempuan 106 Tahun Menolak Disebut 'Tua', Masih Rajin Tulis Buku dan Bikin Film, Apa Rahasianya?
 
Kelompok Kerja Desa Damai, Wahid Foundation Gelar Training Akses Perempuan terhadap Keadilan
 
Sulli: Perempuan yang Berani Memberontak terhadap Dunia K-pop
 
Bukan Sekedar Slogan, Kesetaraan Gender Harus Diwujudkan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]