Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
Kasus Century
Soal Skandal Century, Semua Harus Didengar Kesaksiannya
Thursday 08 May 2014 19:31:42

Anggota Komisi XI Maruarar Sirait.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Menyusul kesaksian mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Pengadilan Tipikor soal skandal Bank Century, sudah selayaknya semua pihak yang mengetahui skandal tersebut harus didengar kesaksiannya.

Demikian disampaikan Anggota Komisi XI Maruarar Sirait (F-PDI Perjuangan), Kamis (8/5) di Press Room DPR. Skandal Century ini sebetulnya sudah sangat jelas. Penengak hukum tinggal meneruskan saja temuan yang didapat dari DPR dan BPK. Bahkan BPK sendiri sudah memberikan hasil audit forensik dan audit investigasi.

“Jadi, saya rasa masalah Century ini harus menjadi masalah hukum yang adil. Jangan dipolitisir oleh siapapun,” tegas Maruarar.

“Audit BPK,” sambung Maruarar, “Tinggal diteruskan saja. Semua harus didengar kesaksiannya. Kasus ini sudah 5 tahun, dimulai 2009 awal. Masa sampai sekarang enggak selesai juga.” jelasnya.

Menurut Maruarar, pandangan dari para saksi kunci harus dihormati, seperti Jusuf Kalla, Sri Mulyani, dan Boediono. Kasus ini sudah masuk ke wilayah hukum.

“Jangan sampai opini yang dibangun mempengaruhi proses hukum. Kita harus dukung KPK. Menurut saya, KPK sudah on the track. Yang bisa saya sampaikan, kita memberi dukungan bahwa KPK bisa menuntaskan masalah ini,” tandas Maruarar.(mh/dpr/bhc/sya)


 
Berita Terkait Kasus Century
 
• Asia Sentinel Akhirnya Minta Maaf Ke SBY, Partai Demokrat dan Rakyat Indonesia
 
• SBY: Tangkap dan Penjarakan Saya Kalau Fitnah Itu Benar
 
• Demo HMS Tuntut Sri Mulyani dan Boediono Mesti Dimeja Hijaukan terkait Kasus Bank Century
 
• Diluncurkan, Buku Tim Sembilan Membongkar Skandal Century
 
• Timwas Century Minta Pemerintah Serahkan Potensi Aset Yang Bisa Dikembalikan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]