Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Ahok
Soal Pemakzulan Ahok, DPRD Diingatkan Tidak Cuma Berwacana!
2016-06-01 10:42:25

Ilustrasi. Suasana aksi demo di depan gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (18/5/2015). Pendemo Menuntut Agar DPRD DKI Jakarta Segera Melanjutkan HMP Kepada Ahok.(Foto: BH/mnd)
JAKARTA, Berita HUKUM - Hak Menyatakan Pendapat (HMP) yang bertujuan untuk pemakzulan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok mendapat dukungan masyarakat Jakarta, sekaligus menagih komitmen DPRD untuk segera merealisasikan janjinya.

Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI), Panji Nugraha mengatakan, sebaiknya DPRD jangan hanya berwacana untuk

menenangkan hati masyarakat Ibukota saja tentang pemakzulan Ahok.

Panji menilai, hak angket mesti segera digulirkan oleh DPRD dengan melihat dinamika sekarang di Jakarta yang saat ini mulai bergejolak.

Pasalnya, berbagai kebijakan kontroversi Ahok yang syarat dengan pelanggaran UU dan UUD RI Tahun 1945. Sebagai contoh, pelanggaran konstitusi adalah penggusuran yang tidak manusiawi dan pelanggaran UU jelas terlihat dari kebijakan kontribusi tambahan yang tak sesuai dengan hakikat diskresi.

Jelas Panji, HMP dinilai oleh elemen masyarakat adalah salah satu kinerja konkrit dan tangggung jawab DPRD sebagai wakil rakyat untuk menyelamatkan Jakarta dari pemimpin yang sewenang-wenang.

"Untuk itu wajar jika elemen masyarakat mengultimatum DPRD agar segera menggulirkan HMP," tutup Panji.

Belakangan, DPRD DKI Jakarta berencana akan kembali menggulirkan HMP untuk menggulingkan Ahok. Kali ini, HMP diwacanakan karena adanya desakan sebagian warga Jakarta Utara yang tidak terima dengan kebijakan penggusuran yang kerap dilakukan Ahok.

Karena hal itu juga, warga yang menamai Aliansi Masyarakat Jakarta Utara (Amju) menggeruduk Gedung DPRD DKI dengan rusuh pada Jumat lalu (20/5). Mereka mendesak DPRD bertindak atas keserampangan Ahok melancarkan kebijakan penggusuran di beberapa wilayah di Jakarta Utara.

"Nanti bisa pakai HMP yang lama, itu kan masih berlaku," ujar Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik beberapa hari lalu.(rus/rmol/bh/sya)


 
Berita Terkait Ahok
 
• Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok Sudah Keluar Bebas dari Rutan Mako Brimob
 
• Ditertawai Adiknya Ahok, Sam Aliano: Harapan Veronika Tan Jadi Ibu Negara
 
• Mako, Ahok dan Teroris
 
• Terkait Kewarganegaraan Ayah Ahok, Inilah Tanggapan Yusril Atas Surat Terbuka Adik Ahok
 
• 'Ahok Masih di Rutan Mako Brimob karena Kedekatannya dengan Jokowi'
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]