Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Partai Demokrat
Soal Konvensi Capres, Survei LSN: Calon Alternatif Lebih Dipilih Dibanding Kader Demokrat
Tuesday 16 Jul 2013 20:01:38

Mantan Wakil Presiden M. Jusuf Kalla.(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menempati urutan pertama sebagai kandidat yang layak konvensi Calon Presiden (Capres) Partai Demokrat. Hal itu, berdasarkan hasil survei Lembaga Survei Nasional (LSN).

Dimana, dari ke-14 tokoh nasional Jusuf Kalla menempati urutan dengan perolehan suara 21,2 persen. Sedangkan, Menteri BUMN Dahlan Iskan, dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menempati urutan dua dan tiga.

"Sehingga Jusuf Kalla, Dahlan Iskan, dan Mahfud MD berpeluang menang jika mengikuti konvensi Partai Demokrat dan publik dilibatkan dalam penentuan pemenangan konvensi," kata peneliti utama LSN Gema Nusantara, di Hotel Grand Menteng, Jakarta, Selasa (16/7).

Ketiganya, lebih jauh unggul dari beberapa kandidat yang berasal dari internal partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Sementara itu, peneliti LSN Dipa Pradipta mengatakan faktor utama Jusuf Kalla, Dahlan, dan Mahfud berpeluang menjadi pemenang konvensi Demokrat karena partai ini mengalami krisis kepemimpinan.

"Saat ini tidak ada kader Partai Demokrat yang potensial memiliki elektabilitas yang cukup baik. Ketiga tokoh itu memiliki elektabilitas yang cukup baik belakangan ini," kata Dipa.

Untuk diketahui, survei LSN ini dilakukan tanggal 1 s/d 10 Mei 2013 di 33 Provinsi di seluruh Indonesia. Populasi dari survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang minimal telah berusia 17 tahun.

Jumlah sampel sebesar 1.230 responden, diperoleh melalui teknik pengambilan sampel secara acak bertingkat (multi random sampling). Margin of error+/-2,8% dan pada tingkat kepercayaan (level) of confidence) sebesar 95%.

Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka dengan bantuan/pedoman kuesioner. Responden terdistribusi 50% perempuan. Hasil survei ini dilengkapi dengan riset kualitatif berupa media analisys dari sejumalah surat kabar nasional dan daerah.

Berikut elektabilitas tokoh calon kandidat konvensi capres Partai Demokrat berdasarkan survei LSN:

Jusuf Kalla 21,2%
Dahlan Iskan 18,2%
Mahfud MD 14,3%
Ani Yudhoyono 7,1%
Marzuki Alie 4,3%
Gita Wirjawan 3,2%
Sri Mulyani 3,1%
Pramono Edi Wibowo 1,9%
Soekarwo 1,7%
Jero Wacik 1,4%
Joko Suyanto 1,1%
Irman Gusman 0,9%
Syarif Hasan 0,7%
Hayono Isman 0,7%
Undecided 20%


 
Berita Terkait Partai Demokrat
 
• Mahkamah Agung RI Kabulkan PK Moeldoko Soal DPP Partai Demokrat, Sudah Tergister
 
• Pernyataan SBY dan AHY Dipolisikan, Herman Khaeron: Si Pelapor Hanya Cari Panggung
 
• Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan: Fakta Big Data, Pembangunan Era Pres SBY Lebih Baik Dibanding Era Pres Jokowi
 
• Alasan Partai Demokrat Kabupaten Klaten Desak Anggota DPRD HS Mundur
 
• Sambut Rakernas PKS, AHY: Temanya Sejalan dengan Semangat Partai Demokrat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]