Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Gerakan Anti Korupsi
Slank Bangkitkan Semangat Perjuangan Melawan Korupsi
2016-02-24 12:41:11

Slank #TolakRevisiUUKPK #Bergerak #Serentak #JurusTandurTolakUUKPK.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Pelataran Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (22/2), siang dipenuhi ratusan orang. Rangkaian sound sistem lengkap dengan mic menghiasi lobi komisi berukuran 2x5 meter. Tepat pukul 11.20 WIB, orang-orang tambah meringsek masuk ke tangga lobi. Jumlah mereka semakin banyak. Rupanya, puluhan pegawai komisi ikut turun berbaur dengan pegiat antikorupsi dan awak media yang berkumpul.

Persis di tangga lobi, kelima pimpinan KPK dan grup bandpapan atas Indonesia, Slank, menegaskan penolakannya terhadap Revisi Undang-Undang KPK.

"Slank di sini ingin menegaskan bahwa Slank tetap support dan membela apa yang dikerjakan KPK, hari ini kita silaturahmi sambil menegaskan bahwa sikap Slank tetap sama, kita anti korupsi dan support apa yang dikerjakan KPK. Let's rock and roll," ujar Kaka, sang vokalis Slank.

Ketua KPK Agus Raharjo menyambut baik sikap grup band Slank dalam upayanya mendukung KPK. Agus sangat berterimakasih Slank menyatakan penolakan Revisi RUU KPK yang kini sedang dibahas.

"(Slank) ini selalu memberikan dukungan mulai KPK ada, jadi terima kasih (untuk) Slank," ujar Agus.

Agus bersama keempat pimpinan lainnya, Basaria Panjaitan, Alexander Marwata, Laode Syarief dan Saut Situmorang mengepalkan tangan bersama personel Slank. Hal itu sebagai bentuk kekompakan bersama Slank yang dengan tegas menolak revisi RUU KPK.

Kaka, Ridho (gitar), Ivanka (basis) dan Bimbim (drum) kemudian mendendangkan lagu-lagu bertemakan antikorupsi, yakni "Seperti Para Koruptor", "Halal", "Hey Bung", dan "Koruptor Dor". Kelima pimpinan KPK turut asyik menonton penampilan Slank. Beberapa kali mereka bertepuk tangan, mengikuti alunan musik yang dibawakan nyentrik oleh Slank.

Pada lagu terakhir berjudul "Ku Tak Bisa Jauh", vokalis Slank Kaka sedikit mengubah sepenggal liriknya menjadi, "Ku tak bisa jauh dari KPK." Ratusan penonton yang memenuhi pelataran gedung KPK serentak mengikuti lirik lagu tersebut. Semangat mereka tersulut mendukung KPK, lembaga kepercayaan rakyat.

Pada kesempatan ini pula, puluhan pegawai KPK yang turun menyatakan bersama atas penolakan Revisi RUU KPK. Pernyataan bersama itu diantaranya mendesak Presiden RI Joko Widodo segera menarik draf usulan pemerintah mengenai revisi UU KPK, mendesak DPR RI untuk membatalkan pembahasan draf RUU KPK ini.

"DPR RI sebagai wakil rakyat, untuk segera menghentikan dan membatalkan draf RUU KPK yang jelas-jelas melemahkan gerakan pemberantasan korupsi di negeri ini," ujar Ketua Wadah Pegawai Faisal.(kpk/bh/sya)


 
Berita Terkait Gerakan Anti Korupsi
 
Stranas PK Luncurkan 15 Aksi Pencegahan Korupsi Tahun 2023-2024
 
Guru Ngaji Doakan Keselamatan Firli, Diminta Pantang Mundur Berantas Korupsi
 
Cegah Korupsi Sektor Politik Melalui Sistem Integritas Partai Politik (SIPP)
 
Firli Bahuri: Bahaya Laten Korupsi Harus Diberantas Sampai ke Akarnya
 
MA Respon Saran KPK, Perkuat Kolaborasi Cegah Korupsi
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]