Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Israel
Skandal Kontrasepsi Guncang Israel
Friday 01 Mar 2013 15:04:01

Para perempuan Ethiopia-Israel.(Foto: Ist)
ISRAEL, Berita HUKUM - Kementerian kesehatan Israel akan menyelidiki kenapa suntik kontrasepsi diberikan secara luas pada perempuan imigran asal Ethiopia, Jum'at (1/3).

Sebuah komite baru akan mempelajari tuduhan bahwa hal ini dilakukan dalam upaya untuk mengurangi angka kelahiran di komunitas Ethiopia Israel.

Bulan Desember lalu, dokumenter televisi Israel menunjukkan bukti tentang penggunaan obat bernama Depo-Provera.

Dokumenter itu mengindikasikan bahwa imigran diberikan injeksi tanpa persetujuan penuh dari mereka.

Saat itu para pejabat kesehatan membantah adanya kebijakan tersebut.

Namun surat kabar Haaretz kini mengutip juru bicara Kementerian Kesehatan dan mengatakan bahwa akan ada penyelidikan mendalam atas isu ini, meski hal ini pernah ditinjau di masa lalu, untuk memastikan bahwa tidak pernah ada instruksi semacam itu dari lembaga apa pun.

Para pejabat kementerian, seorang dokter independen dan perwakilan dari komunitas Ethiopia diharapkan dapat duduk di panel.

Tuduhan diskriminasi

Seorang anggota parlemen Ethiopia-Israel yang baru terpilih, Penina Tamanu-Shata, dari partai terbesar kedua, Yesh Atid, mendesak dilakukannya penyelidikan.

Isu itu sangat sensitif di Israel dimana populasi Yahudi Ethiopia yang mencapai 120.000 jiwa terkadang mengeluhkan diskriminasi.

Sejumlah skandal pernah terjadi di masa lalu. Pada 1996, otoritas Israel mengakui mereka diam-diam membuang darah yang didonorkan oleh warga keturunan Ethiopia karena khawatir akan risiko penularan HIV/AIDS.

Pertanyaan kini mengemuka apakah penggunaan suntik kontrasepsi itu berperan dalam menurunnya 50% angka kelahiran di kalangan perempuan imigran Ethiopia di dekade lalu.

Injeksi Depo-Provera, yang diberikan setiap tiga bulan, bukanlah metode kontrasepsi standar di Israel.

Tuduhan bahwa perempuan Ethiopia yang datang ke negara itu mendapat suntikan kontrasepsi tanpa persetujuan mereka dan tanpa mendapat penjelasan mengenai efek sampingnya kini semakin deras.

Beberapa minggu terakhir, Kementerian Kesehatan mengeluarkan himbauan pada ahli ginekologi untuk "tidak memperbaharui resep Depo-Provera bagi perempuan Ethiopia untuk alasan apa pun jika ada kekhawatiran bahwa mereka mungkin tidak mengerti dampak perawatan ini secara keseluruhan".(bbc/bhc/rby)


 
Berita Terkait Israel
 
Apresiasi Menlu RI Tidak Akan Normalisasi Hubungan dengan Israel
 
Siapa Kelompok Pemberontak Houthi di Yaman dan Mengapa Menyerang Kapal-kapal Kargo yang Menuju Israel?
 
Israel Umumkan Kekalahan Terburuk di Gaza
 
Dukung Fatwa MUI Soal Palestina, HNW Usulkan Adanya RUU Boikot Produk Israel
 
Seruan Boikot Produk Israel Perlu Digaungkan Kembali pada KTT OKI di Riyadh
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]