Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Penistaan Agama Islam di Belanda
Sidang atas Politisi Belanda yang Anti-Islam, Geert Wilders, Dimulai
2016-11-02 05:38:12

Geert Wilders pernah menyerukan penutupan semua masjid di Belanda.(Foto: Istimewa)
BELANDA, Berita HUKUM - Politisi Belanda yang anti-Islam, Geert Wilders, mulai diadili di Schipol dengan dakwaan memicu kebencian rasial.

Dakwaan atasnya bersumber dari sebuah pawai tahun 2014, terkait dengan pernyataan yang menginginkan 'orang Maroko yang lebih sedikit' di Belanda.

Pemimpin Partai Kebebasan Belanda, PVV, ini menolak hadir di sidang Senin (31/10), yang menurutnya merupakan pengadilan politik.

Dia berulang kali mengkritik Islam, menyerukan agar Alquran dilarang dan agar semua masjid di Belanda ditutup.

Jaksa mengatkan bahwa dalam pawai PVV tahun 2014, dia bertanya apakah mereka ingin 'lebih sedikit atau lebih banyak orang Maroko' di Belanda.

Ketika para pendukung partai membalas dengan memekik 'lebih sedikit', dia kemudian menanggapi, "Kita akan mengaturnya.

Geert WildersImage copyrightEPA/REMKO DE WAAL
Image captionSebelumnya Wilders pernah bebas dari dakwaan mendorong kebencian atas umat Islam.

Diancam satu tahun penjara

Pengadilan atasnya berlangsung ketika jajak pendapat memperlihatkan kinerja partainya yang meningkat menjelang pemilihan parlemen, Maret tahun depan.

Jajak tersebut memperlihatkan PVV bersaing ketat dengan VVD pimpinan Perdana Menteri, Mark Rutte, dengan masing-masing diperkirakan meraih 25 hingga 29 kursi dari total 150 kursi parlemen.

Tahun 2011 lalu, Wilders dinyatakan bebas dari dakwaan mendorong kebencian terhadap umat Islam.

Hakim membuka sidang tanpa kehadiran Wilders dengan mengatakan mengambil pernyataan yang dibuatnya di media sosial beberapa waktu belakangan.

Willders bisa dipaksa untuk hadir ke pengadilan dan jika terbukti bersalah akan diancam dengan hukuman maksimal satu tahun penjara.

Pengadilan atasnya ini diperkirakan berlangsung selama tiga pekan dan vonis akan disampaikan pada bulan Desember.
(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Penistaan Agama Islam di Belanda
 
• Sidang atas Politisi Belanda yang Anti-Islam, Geert Wilders, Dimulai
 
• Berpidato 'Anti-Maroko', Geert Wilders Dituntut
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]