Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Pungli
Sidang Tuntutan Kasus Dugaan Pungli TPK Palaran Terdakwa Abun dan Elly Kembali Ditunda
2017-11-29 07:22:22

Suasana sidang dengan terdakwa Hery Susanto Gun alias Abun dan Eliansyah alias Elly, Selasa (28/11) Foto: BH/.gaj)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Sidang agenda pembacaan tuntutan atas kasus dugaan Pungli TPK Palaran dengan terdakwa Hery Susanto Gun alias Abun dan Noor Asriansyah alias Elly, yang di jadwalkan pada, Selasa (28/11) kembali ditunda sehari dengan alasan untuk memperbaiki amar tuntutannya.

Ditundanya pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntit Umum (JPU) kali ini merupakan yang ke empat kalinya membuat Penasihat Hukum (PH) kedua terdakwa kecewa dan meminta Majelis Hakim untuk memberikan hukuman kepada Jaksa.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim AF Joko Sutrisno yang didampingi Burhanuddin dan Henry Dunant digelar menjelang Magrib waktu setempat, dengan mendengarkan alasan pendundaan sehari sampai besok pada, Rabu (29/21) dengan memperbaiki amar tuntutannya yang di bacakan Jaksa Reza Palevi,SH.

JPU Reza Pahlevi menyampaikan kepada majelis hakim untuk meminta waktu satu hari untuk perbaikan berkas tuntutan yang sedang disiapkan.

"Kami mohon majelis satu hari ditunda, untuk perbaikan berks tuntutan," ujar Reza Pahlevi dalam menyampaikan penundaan kepada majelis hakim, Selasa (28/11).

Ketua majelis hakim Joko memberikan kesempatan kepada tim kuasa hukum terdakwa untuk memberikan tanggapan.

Penasihat hukum terdakwa, Amos yang mendampingi Abun sangat kecewa dan menyesal kembali ditundanya sidang untuk ke empat kalinya dengan mengatakan, kami mohon beri sanksi karena sudah empat kali di tunda, tegas Amos.

"Yang mulia, kami mohon beri sanksi. Karena sudah empat kali ditunda, kami menyesalkan yang mulia," tegas Amos.

Usai sidang penundaan, Penasehat Hukum terdakwa Eliansyah alias Elly, Roy kepada pewarta mengatakan bahwa, kasus pemerasan yang dituduhkan terhadap KSU PDIB sesuai fakta persidangan dengan KSU Komura. PDIB dituduh melakukan pemerasan, namun fakta hukum lahan dimiliki oleh Hary Susanto Gun alias Abun yang dipinjamkan oleh klien kami Elly selaku manajer Koperasi yang mendapatkan kuasa penuh dari Hary Susanto.

Disamping itu, dalam penangkapan barang-barang KSU PDIB yang turut disita hanya beberapa komputer milik kantor dan uang tunai senilai Rp 8.260.000.000,- terang Roy.

"Jadi bukan seperti yang disebut beberapa media online maupun TV dalam pemberitaan yang lalu senilai Rp 6.100.000.000,- uang tersebut milik Koperasi Komura yang berita acaranya masuk Koperasi PDIB, jadi kami mohon kepada Jaksa untuk mengembalikan uang tersebut kepada Koperasi Komura karena bukan milik koperasi PDIB," ujar Roy.

Disamping itu, dalam fakta persidangan dari semua sopir yang di undang menjadi saksi tidak ada unsur pemerasan atau ancaman untuk membayar restribusi, sehingga jelas dalam fakta persidangan tidak terbukti melakukan pemerasan. Sehingga, meminta kepada Jaksa Penuntut Umum untuk membebaskan kliennya dari semua tuntutan, tegas Roy.(bh/gaj)


 
Berita Terkait Pungli
 
KPK Ajak Masyarakat Laporkan Praktek Pungli Bantuan Sosial di JAGA BANSOS
 
Kajari Kampar Suhendri Tangkap Sekdes Gunung Sari terkait Pungli Program Prona
 
Polda Banten Tetapkan 3 Tersangka Kasus Dugaan Pungli RSDP Serang
 
Dorong Sekolah Bebas Pungli, Legislator Ingatkan Pemerintah Perkuat Pengawasan
 
Resmob PMJ Tangkap 4 Preman Pemalak Sopir Bajaj dan Pengunjung Pasar Tanah Abang
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kapal induk pertama Indonesia segera dikirim dari Italia, persiapan dipercepat
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
DPR Apresiasi Langkah Pemerintah Evaluasi Kinerja BGN Copot Dadan Hindayana
PDIP: Pangkalan militer asing bertentangan dengan kehendak sejarah pembentukan RI
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum
Pidato Presiden Tunjukkan Komitmen Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]