Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Partai Demokrat
Siap Gantikan AHY, Ini yang Dijanjikan HWE ke Kader-Kader Partai Demokrat
2021-02-20 09:07:27

Hasnaeni 'Wanita Emas' (HWE).(Foto: dok.pribadi)
JAKARTA, Berita HUKUM - Hasnaeni 'Wanita Emas' (HWE), kembali menegaskan kesiapannya menjadi Ketua Umum Partai Demokrat menggantikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Ketua Umum Partai Era Masyarakat Sejahtera (Emas) ini, siap menjadi pimpinan tertinggi partai berlambang bintang mercy, jika kongres luar biasa digelar.

Apabila diberikan amanah, perempuan yang pernah 10 tahun menjadikannya kader Demokrat itu siap memajukan Partai dan juga para kadernya. "Kalau saya dipercaya menjadi Ketua Umum Partai Demokrat, yang pertama saya akan menyejahterakan kader-kader Partai Demokrat, membuka lapangan kerja, kader-kader Demokrat dan para simpatisan Partai Demokrat," kata Hasnaeni, Jumat (19/2).

Menurut Hasnaeni, memajukan kader dan simpatisan telah ia lakukan di Partai Emas saat ini. Sehingga itu bukanlah hal baru baginya. "Saya akan membuat lapangan kerja sebesar-besarnya buat kader Para Demokrat, seperti yang sudah saya lakukan di Partai Emas," kata dia.

Apabila diberikan mandat menjadi pimpinan tertinggi Partai Demokrat, ia berjanji akan menjalankan hal-hal baik yang telah ia lakukan bersama Partai Emas. Hasnaeni juga akan membuat Partai Emas menjadi satu bagian dari Partai Demokrat.

"Saya akan jadikan Partai Emas dan Partai Demokrat satu, jadi Partai Demokrat dengan Partikel Emas saya akan rubah menjadi satu, satu kesatuan. Dan saya siap Partai Demokrat," tuturnya.

Lebih lanjut, terkait kepemimpinan AHY di Demokrat yang dikabarkan kurang disukai sejumlah pihak, Hasnaeni enggan turut campur. Sebab hal itu merupakan persoalan internal Demokrat.

"Banyak yang tidak senang dengan kepemimpinan AHY di Partai Demokrat, itu merupakan hak para senior di Partai Demokrat," tegasnya.

"Tapi yang jelas ketika saya hadir di situ, saya akan membuat Partai Emas menjadi satu bagian dengan Partai Demokrat, tentunya saya akan menyejahterakan kader-kader" pungkas Hasnaeni.(bh/mos)


 
Berita Terkait Partai Demokrat
 
• Mahkamah Agung RI Kabulkan PK Moeldoko Soal DPP Partai Demokrat, Sudah Tergister
 
• Pernyataan SBY dan AHY Dipolisikan, Herman Khaeron: Si Pelapor Hanya Cari Panggung
 
• Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan: Fakta Big Data, Pembangunan Era Pres SBY Lebih Baik Dibanding Era Pres Jokowi
 
• Alasan Partai Demokrat Kabupaten Klaten Desak Anggota DPRD HS Mundur
 
• Sambut Rakernas PKS, AHY: Temanya Sejalan dengan Semangat Partai Demokrat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]