Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Cyber Crime    
 
Hacker
Setelah Telkomsel, Giliran Situs Indosat Juga di Hack!
2017-04-29 16:33:23

Sub-domain Indosat Ooredoo diretas(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Setelah situs Telkomsel, giliran subdomain situs Indosat Ooredoo yang sempat diretas oleh hacker. Foto screenshot situs Indosat Ooredoo yang menyebar di media sosial pada Sabtu pagi (29/4), memperlihatkan situs tersebut tak dapat diakses.

Dikutip dari CNN Indonesia diberitakan pada Sabtu siang, situs itu sudah dapat diakses kembali, meski relatif lambat.

Hanya saja, jika dicari lewat google, situs masih menunjukkan kata "Hacked by Cepz Decoded" untuk situs arena.indosatoredoo.com

Sebelumnya, pada Jumat (28/4), dunia internet di Indonesia dihebohkan dengan kabar diretasnya situs milik Telkomsel. Kini, hal serupa menimpa operator seluler lainnya, yakni Indosat.

Ada sedikit perbedaan kasus di antara keduanya. Dalam kasus Telkomsel, hacker atau peretas menjahili situs utama Telkomsel, yakni www.telkomsel.com.

Sementara itu, untuk kasus Indosat, peretas menjahili subdomain dari situs web Indosat, yakni arena.indosatooredoo.com. Jenis peretasannya tidak jauh berbeda. Si hacker mengganti tampilan situs web, atau biasa dikenal dengan istilah deface, milik Indosat.

Hacker pun meninggalkan pesan di situs web tersebut. Isinya berupa rasa kesal setelah melihat operator lain menyindir diretasnya situs Telkomsel.

"Tetap ganteng aja min. Ra usah saling sindir. Sesama provider saling support," tulis hacker tersebut.

Berbeda dari kasus Telkomsel, hacker meninggalkan nama tim di sub-domain situs Indosat tersebut. Hacker menuliskan nama IndoXploit - Sanjungan Jiwa - J1oVal.
Belum diketahui, apakah tiga nama tersebut merupakan satu tim atau tiga orang yang bekerja sama dalam kasus peretasan ini.

Menurut pantauan KompasTekno pada Sabtu siang (29/4), situs Arena Indosat sudah tidak bisa diakses. Situs tersebut menampilkan status Error 404.

Sebelumnya, akun Twitter @IM3OoredooJBTK diketahui sempat menyindir kasus peretasan situs Telkomsel.

"Ada keramaian apa pagi ini? Bayar kuota internet mahal? IM3 Ooredoo sih banyak ngasih kuota ga pake mahal. Terbukti!" kicau akun tersebut. Meski begitu, tweet tersebut sudah dihapus dari akun Twitter tersebut.(dbs/cnn/tribunnews/bh/sya)


 
Berita Terkait Hacker
 
Buru Hacker DarkSide, AS Tawarkan Hadiah Setara Ratusan Miliar Rupiah Bagi Pemberi Informasi
 
Polri Selidiki Data 1,3 Pengguna eHAC Diduga Bocor
 
2 Hacker Indonesia Bobol Bansos Covid-19 Amerika Serikat USD60 Juta
 
Polisi Tangkap Hacker 1.309 Situs di Sleman Yogyakarta
 
Tim Cyber Crime Polda Metro Jaya Menangkap 3 Hacker dari Surabaya BlackHat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]