Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Presiden SBY
Setelah Tak Jadi Presiden, SBY Tidak Akan Lirik Jabatan Pimpinan PBB
Saturday 29 Sep 2012 00:34:23

Presiden SBY (Foto: Ist)
NEW YORK, Berita HUKUM - Apakah Presiden SBY berkeinginan menjadi pemimpin di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) setelah masa jabatan presiden habis?, ternyata tidak. SBY tetap ingin tinggal di Indonesia dan beraktivitas untuk memajukan bangsa Indonesia.

"Saya sudah rundingkan dengan istri dan keluarga, kalau sudah selesai sebagai presiden, tugas saya selesai dan saya akan melakukan kegiatan di dalam negeri untuk mendukung pemerintah dan pemimpin baru dan melakukan apa pun untuk kemajuan rakyat kita", kata SBY.

Hal ini disampaikan Presiden SBY dalam jumpa pers di Hotel Millennium UN Plaza, New York, AS, Jumat (28/9). SBY menggelar jumpa pers sekitar pukul 11.00 waktu setempat sebelum meninggalkan New York untuk kembali ke Indonesia.

Menurut SBY, dirinya belum mengetahui akan bergiat di bidang apa. "Mungkin di bidang pendidikan atau apa pun nanti", kata SBY.

Terkait dengan pimpinan PBB periode nanti, SBY yakin banyak tokoh yang mumpuni. "Saya kira banyak tokoh yang bisa mengawaki PBB. Saya akan mendukung siapa pun", ujar dia.

Karena itu, SBY menegaskan kembali dirinya akan tetap berkiprah di Indonesia setelah masa jabatan presiden habis. "Saya akan melakukan hal apa pun demi kemajuan rakyat Indonesia", jelas dia.

Sebelumnya beredar kabar bahwa SBY berkeinginan menjadi pimpinan PBB selepas 2014. Ada isu yang muncul SBY ingin jadi sekjen PBB, ada pula yang menyampaikan akan aktif di UNDP, Seperti yang dikutip dari detik.com, pada jum'at (29/9).(dtk/bhc/rby)


 
Berita Terkait Presiden SBY
 
• Presiden SBY Serahkan Dokumen 10 Tahun Pemerintahan ke Arsip Nasional
 
• Bertemu 20 Netizen, Ibu Ani: Ini Sore Yang Menyenangkan
 
• Presiden SBY Terima Pimpinan DPR, DPD, dan MPR-RI
 
• Minggu Terakhir, Presiden SBY ‘Beberes’ Kantor
 
• 'Bapak Presiden dan Ibu Ani, Kami Selalu Merindukanmu…'
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]