Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Napi Kabur
Setelah Sidang Vonis 6 Tahun Penjara, Napi Narkotika Kabur
Wednesday 16 Dec 2015 19:53:48

Ilustrasi. Gedung kantor PN Samarinda.(Foto: BH/gaj)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Setelah dijatuhi vonis 6 Tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) pada, Selasa (15/12) yang menyidangkan kasus narkotika atas nama terdakwa Heriyanto Goeyono alias Wicang (30) kabur dari halaman kantor PN Samarinda yang berada di jalan M. Yamin Samarinda.

Terdakwa Wicang yang merupakan residivis dalam kasus narkotika, karena kasus kali ini merupakan kasus yang dilakukan oleh terdakwa yang mulai menjalani persidangan sejak tanggal 24 Agustus yang lalu. Sebelum kabur, sekitar pukul 15.30 Wita, para tahanan ataupun napi yang barusan saja menerima vonis dari hakim yang menyidangkannya dibsen satu perstu sebelum digiring masuk ke mobil tahanan, untuk dikembalikan ke Rutan Sempaja Samarinda.

Saat digiring masuk ke mobil tahanan itulah, Wicang meminta izin kepada petugas untuk membuang air kecil, saat petugas lengah, yang bersangkutan memanfaatkan kelengahan petugas untuk melarikan diri dengan sebuah sepeda motor yang sudah stenbay, yang berada di belakang kantor Pengadilan yang tidak jauh dari mobil tahanan.

Humas Pengadilan Negeri Samarinda, AF. Joko Sutrisno, SH, MH ketika dikonfirmasi pewarta BeritaHUKUM.com di kantornya pada, Selasa (15/12) sore membenarkan akan kejadian tersebut, dikatakan pelaku yang merupakan residivis kasus narkotika yang dijerat dengan pasa 114 KUHP, yang sebelumnya Jaksa Penuntuk Umum menuntutnya dengan 8 tahun penjara. Sidang putusan hari ini dilakukan oleh Ketua majelis hakim Hongkun,Ottoh, SH, dengan menjatukan vonis selama 6 tahun penjara.

"Ketika para tahanan akan pulang ke Rutan, semua tahanan di absen dan dibawa menuju ke mobil, saat itu Heriyanto minta izin kepada petugas untuk buang air, saat itu mungkin petugas lengah, dimanfaatkan untuk melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor, baju tahanan dibuang di pinggir jalan, sempat dilakukan pengejaran namun tak berhasil," ujar Joko.

Informasi yang dihimpun pewarta sempat terjadi kejar-kejaran antara petugas dan Heriyanto, namun teman Heriyanto yang sudah menunggu di belakang pengadilan dengan sebua sepeda motor langsung membawah kabur, hingga tak dapat dilakukan pengejaran.

Sementara, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Samarinda ketika di konfirmasi mengatakan bahwa, terdakwa saat hendak dibawa masuk ke dalam mobil tahanan, namun dengan alasan sakit perut dan izin ke toilet saat itu kabur dengan sebua sepeda motor yang ditunggu sebelumnya, baju tahanan dan borgol dibuang di pinggir jalan, ujarnya.

"Terdakwa merupakan residivis, karena kasus ini merupakan yang ketiga, saat ini pihaknya telah melakukan kordinasi degan kepolisian dan pihak lain untuk melakukan pengejaran kepada terdakwa," ujar Kasi Intel.(bh/gaj)


 
Berita Terkait Napi Kabur
 
Kakanwil dan Kadiv PAS Banten Dicopot terkait Napi Kabur
 
Kaburnya Napi WNA China dari Lapas Tangerang Banyak Kejanggalan, Perlu Diinvestigasi Mendalam
 
Napi WNA Cina Bandar Narkoba Kabur dari Lapas Kelas I Tangerang
 
Kaburnya Napi Rutan Sialang Sudah Direncanakan, Menkumham: Daripada Ditangkap, Segera Menyerahkan Diri
 
Saat akan Jalani Sidang Tuntutan, Tahanan Wanita Hamil 6 Bulan Kabur dari PN Samarinda
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]