Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus Century
Setelah 7 Jam, Penyidik KPK Akhiri Penggeledahan di Gedung BI
Tuesday 25 Jun 2013 23:03:37

Gedung Bank Indonesia.(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - 45 Orang penyidik KPK yang mendatangi Gedung Bank Indonesia telah selesai melaksanakan tugasnya. Penggeledahan tersebut dilakukan untuk mencari berkas-berkas dan dokumen terkait kasus Bank Century.

"Informasi yang saya dapat, penggeledahaannya sudah selesai, tinggal meng-administrasikan saja pada departemen yang terkait," ujar Direktur Departemen Komunikasi BI, Peter Jacob kepada wartawan, di Gedung BI, Selasa (25/6).

Menurutnya, serah terima dokumen antara pejabat BI dan penyidik KPK juga akan dilakukan. "Akan dibuatkan berita acara serah terima. Ya seperti yang biasa dilakukan KPK," lanjut Peter.

Ketika ditanyakan kenapa para penyidik memeriksa begitu lama, Peter menjelaskan itu merupakan prosedur yang wajar. Mengingat begitu banyak arsip BI yang harus dicek dan disesuaikan dengan kepentingan penyidik.

"Ya mungkin yang bikin lama, ada yang sudah masuk di arsip kita, jadi ya perlu dilihat lagi. Kalau software mereka juga cek di komputer, kalau ada yang diperlukan ya diambil," tuturnya, seperti yang dikutip dari detik.com, pada Selasa (25/6).

Sementara ketika ditanyakan berapa banyak dokumen yang diambil dia tidak dapat memastikan. "Kalau itu saya tidak update, tentang berapa banyak dari dokumen yang diambil yang paling banyak dari departemen mana," jelasnya.

Sebanyak 45 orang penyidik KPK menggeledah Bank Indonesia hari ini, terkait kasus Bank Century selama 7 jam. Mereka menggeledah BI secara terpisah, sebagian memeriksa di Departemen Perbankan, sementara lainnya di Departemen Moneter. Mereka hendak mencari dokumen yang terkait dengan pengawasan barang, peraturan perbankan, moneter, maupun pemberian fasilitas terkait kasus tersebut.(dni/rni/mok/dtk)


 
Berita Terkait Kasus Century
 
• Asia Sentinel Akhirnya Minta Maaf Ke SBY, Partai Demokrat dan Rakyat Indonesia
 
• SBY: Tangkap dan Penjarakan Saya Kalau Fitnah Itu Benar
 
• Demo HMS Tuntut Sri Mulyani dan Boediono Mesti Dimeja Hijaukan terkait Kasus Bank Century
 
• Diluncurkan, Buku Tim Sembilan Membongkar Skandal Century
 
• Timwas Century Minta Pemerintah Serahkan Potensi Aset Yang Bisa Dikembalikan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]