Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Laut Cina Selatan
Seruan AS agar Melayarkan Kapal ke Laut Cina Selatan
2016-02-23 12:49:29

Cina mengerahkan sistem rudah di Pulau Pulau Woody atau Yongxing.(Foto: Istimewa)
AUSTRALIA, Berita HUKUM - Salah satu komandan senior Angkatan Laut Amerika Serikat meminta Australia dan negara-negara lain untuk melayarkan kapal perang ke dekat pulau-pulau yang masih jadi sengketa di Laut Cina Selatan.

Dalam lawatannya ke Australia, Komandan Armada Ketujuh AS, Laksamana Madya Joseph Aucoin, mengatakan hal tersebut akan membuat salah satu jalur pelayaran tersibuk dunia menjadi tetap terbuka.

Cina meningkatkan keberadaannya di pulau-pulau yang diklaim oleh beberapa negara, antara lain membangun landasan pacu pesawat maupun pengerahan rudal di salah satu kawasan sengketa, Pulau Woody atau Yongxing.

Vietnam sudah mengajukan protes resmi ke Cina dan PBB terkait pengerahan rudal dengan, antara lain, menyebut Cina mengancam perdamaian.

Pemerintah Beijing menegaskan bahwa sebagian besar dari wilayah sengketa masuk dalam kedaulatannya.

Sebagai tanggapannya, AS bulan lalu mengerahkan satu kapal perangnya dalam radius 12 mil laut dari Kepulauan Paracel yang termasuk diklaim Cina, yang menurut Washington merupakan perairan internasional.

Laksamana Madya Joseph Aucoin menambahkan langkah itu tidak berarti Amerika Serikat 'membidik' satu negara saja namun agar semua bangsa yang menuntut wilayah itu berhenti untuk mengambil tindakan.

"Yang ingin kami upayakan adalah menjamin semua negara, terlepas dari ukuran dan kekuatannya, bisa mengejar kepentingan mereka berdasarkan undang-undang kelautan yang seharusnya tidak diancam oleh sejumlah tindakan," jelasnya.(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Laut Cina Selatan
 
• ASEAN Perlu Berpikir Komprehensif Selesaikan Masalah Laut China Selatan
 
• Laut China Selatan Kian Memanas, Wakil Ketua MPR: Indonesia Harus Tetap Siap Siaga
 
• Laut China Selatan: Aksi China Memburu Sumber Daya 'Melanggar Hukum', Kata Menlu AS
 
• Seruan AS agar Melayarkan Kapal ke Laut Cina Selatan
 
• AS Tuntut Cina 'Menghentikan' Reklamasi di Laut Cina Selatan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]