Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Pertamina
Serikat Pekerja Pertamina Desak Menteri BUMN Batalkan Pengalihan Pertagas ke PGN
Tuesday 08 Dec 2015 11:40:05

Ilustrasi.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Serikat Pekerja Pertamina memprotes keras adanya wacana pemerintah yang akan menyerahkan PT. Pertagas ke PT. Perusahaan Gas Negara (PGN). Pekerja Pertamina yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) desak menteri BUMN Rini Soemarno,batalkan rencana peleburan dan sinkronisasi PT Pertamina Gas (Pertagas) ke PT Perusahaan Gas Negara, Tbk (PGN).

Presiden FSPPB, Ugan Gandar mengatakan, kedatangan kami kesini (PT BUMN) tidak semata-mata untuk kepentingan pribadi. Kami bekerja profesional, kami kesini dalam rangka untuk bersilaturahmi, dan bukan berdemo," ujar Ugan saat ditemui di kantor BUMN, Jakarta, Kamis (3/12) lalu.

Ugan mengatakan, FSPPB prihatin dengan kondisi pertamina saat ini, sebagai national compani, 100 persen saham pertagas dikuasai oleh Pertamina yang berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sehingga semua keuntungan dan dividen bakal diserahkan semuanya untuk Indonesia. Sementara di PGN, negara hanya memiliki 57 persen saham, selebihnya 43 persen adalah milik asing, tegasnya.

Jika itu terjadi jelas Ugan maka tentunya negara akan kehilanga aset yang besar karena Pertamina sebagai satu-satunya perusahaan nasional yang selama ini diandalkan sudah tidak bisa berkembang lagi. Dia meminta agar petinggi negara tidak boleh menjadi makelar dalam rencana tersebut. Jangan hanya karena keinginan beberapa orang saja maka bisnis Pertamina terpaksa harus mati.

Serikat pekerja Pertamina mengancam akan melakukan langkah ekstrem untuk menolaknya. Lebih konkritnya lagi mereka siap untuk mogok kerja andaikan wacana tersebut benar-benar terjadi. Hal itu dilakukannya karena mereka tidak ingin bisnis Pertamina yang merupakan satu-satunya perusahaan negara yang sangat diandalkan mati.

Sebagaimana diketahui PT. Pertagas merupakan anak perusahaan Pertamina yang khusus bergerak di sektor gas. Sementara PGN merupakan perusahaan yang sekitar 49 persen kepemilikian sahamnya milik dan 80 persen dari jumlah itu bersumber dari swasta asing.

Ugan meragukan jika itu teralisasi maka harga gas tidak akan bisa dikendalikan lagi oleh pemerintah dan akan menimbulkan masalah besar.

Pengamat Energi Mamit Setiawan mengatakan bahwa andaikan isu ini benar maka ini tidak mudah dilakukan, apalagi PGN saat sekarang sudah cukup untung di bisnisnya.(bh/yun)


 
Berita Terkait Pertamina
 
• Kasus Korupsi Pertamina, Legislator Desak Audit Total BUMN Migas
 
• Kejagung Bantah Pertamina: Pertamax Dioplos Pertalite, Dijual Seharga Pertamax
 
• Istana Dukung Kejagung Bersih-bersih di Pertamina: Akan Ada Kekagetan
 
• Terkait Tuduhan SPBU Semper Layani Pertalite Pakai Jerigen, Ketum FWJ Indonesia: Jangan Asal Tuduh
 
• Pemerintah Jangan Simpang Siur Sikapi Penanganan Pasca Kebakaran di Depo Pertamina Plumpang
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]