Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Mesir
Serangan Militan Islam Menewaskan 26 Orang di Sinai
Sunday 01 Feb 2015 11:22:42

Tentara Mesir menjadi sasaran serangan yang dilakukan kelompok militan Islam.(Foto: Istimewa)
MESIR, Berita HUKUM - Setidak-tidaknya 26 orang, sebagian besar di antaranya tentara, terbunuh dalam serangkaian serangan yang dilakukan kelompok militan Islam di bagian utara semenanjung Sinai di Mesir. Sebuah bom mobil dan roket-roket menyerang target militer di ibu kota Provinsi El-Arish.

Serangan-serangan lain juga terjadi di kota Sheik Zuwayid dan di Rafah, di dekat Gaza.

Kelompok militan yang menamakan diri Provinsi Sinai -yang mengubah namanya dari Ansar Beit al-Maqdis ketika mereka berikrar untuk bersekutu dengan Negara Islam (ISIS)- mengatakan merekalah yang melancarkan serangan-serangan ekstensif dan bersamaan itu.

Amerika Serikat mengecam serangan tersebut dengan mengatakan mereka tetap teguh dalam mendukung upaya pemerintah Mesir untuk memerangi ancaman terorisme.

Kelompok pemberontak makin gencar melakukan serangan sejak Presiden Mohammed Morsi digulingkan pada tahun 2013.
Para wartawan mengatakan serangan pada hari Kamis (29/01) merupakan salah satu aksi kekerasan antipemerintah terburuk di Mesir dalam beberapa bulan terakhir.

Ketegangan juga meningkat di seluruh Mesir minggu ini di tengah-tengah maraknya protes untuk menandai peringatan pemberontakan tahun 2011 yang kemudian menggusur Hosni Mubarak yang menjadi pemimpin pada saat itu.(BBC/bhc/sya)


 
Berita Terkait Mesir
 
• Mesir Temukan 'Kota Emas yang Hilang' Warisan Firaun 3.000 Tahun Lalu, Temuan Paling Penting setelah Makam Tutankhamun
 
• Terusan Suez Sudah Bisa Dilewati, Mesir Buka Penyelidikan terhadap Kapal Kontainer yang Kandas
 
• Muhammad Mursi Meninggal, Presiden Erdogan: Pemerintah Mesir Harus Diadili di Mahkamah Internasional
 
• Ustadz Hanan Attaki, Lc tentang Muhammad Mursi
 
• Total 44 Tewas, 2 Gereja Dibom, Mesir Tetapkan Keadaan Darurat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]