Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Pencurian
Seorang Pelaku Ranmor Beserta 25 Unit Sepeda Motor Diamankan
Thursday 06 Jun 2013 21:09:54

Kapolsek Samarinda Utara Kompol Musliadi Mustafa saat memeriksa semua motor yang baru diturunkan dari truk.(Foto: BeritaHUKUM.com/gaj)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Jajaran Polsek Samarinda Ilir wilayah hukum Polresta Samarinda Kaimantan Timur (Kaltim) dalam sepekan mengamankan seorang pelaku pencurian sepeda motor (Ranmor) bernama Jamaluddin (27) beserta Barang Bukti (BB) hasil curiaannya 25 sepeda motor yang diamankan di Markas Polsek Samarinda Utara.

"Dalam aksinya, pria asal Kabupaten Ende Flores yang tinggal di daerah transmigrasi daerah Kutai Timur (Kutim) tersebut hanya bermodalkan obeng dan kawat. Awalnya menangkap 2 motor dan 2 orang yang diduga sebagai pelaku, namun setelah di BAP mengarah kepada tersangka Jamaluddin (27) yang merupakan pelaku tunggal", ujar Kapolsek Samarinda Utara Kompol Musliadi Mustafa di kantornya, Kamis (6/6).

Musliadi mengungkapkan bahwa tersangka dibekuk di Desa Bunga daerah Kebon kabupaten Kutim dalam perjalanan sekitar 3 jam dari Samarinda, dalam keterangannya didapat sekitar 25 unit sepeda motor yang dicuri Jamaludin. Polisipun bergerak cepat dan melakukan koordinasi dengan para tokoh adat di desa Kebon, dimana Jamaludin menjual motornya, akhirnya mengamankan awalnya 15 motor, dan masih dilakukan pengembangann untuk mendapatkan 10 sepeda motor lagi, jelas Musliadi.

"Semua motor hasil curiannya dijual dengan harga rata-rata Rp 4.500.000 per unit, dan digunakan untuk mengangkut sawit di daerah kebon," ujar Musliadi.

Musliadi mengatakan bahwa, meski demikian diketahui warga bahwa motor tersebut hasil curian, tidak mempersoalkan asal motor tersebut diambil sebagai barang bukti, terang Musliadi.

"Kebijakan yang saya ambil dengan melakukan koordinas dengan para tokoh adat, toko masyarakat, aparat desa, masarakat yang membeli motor tersebut tidak diamankan, asalkan memberikan sepedah motor yang telah dibelinya," tandas Musliadi.

Menjawab pertanyaan para wartawan, Jamaludin mengatakan bahwa semua motor hasil curiannya kebanyakan dijual di daerah kebon sawit dengan harga rata-rata Rp 4.500.000, dan ada yang dikirim ke kampung halamannya di Flores, semua motor yang dicurinya berada di mall dan parkiran jelas Jamaluddin.

"Semua motornya saya ambil di mall dan parkiran lainnya di Samarinda dengan menggunakan tang dan obeng, motor saya jual di daerah Kebon Sawit Kutim seharga Rp 4,5 juta, dan ada juga yang saya kirim ke keluarga di Flores," terang Jamaluddin.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara, pungkas Musliadi.(bhc/gaj)


 
Berita Terkait Pencurian
 
Polda Kaltim Menangkap 4 Pelaku Pencurian Monitor Alat Berat di Lokasi Proyek IKN
 
Tidak Terbukti Dalam Dakwaan Jaksa, Majelis Hakim PN Samarinda Vonis Bebas Terdakwa Rizki Rinaldi
 
Kasus Jagal Kucing di Medan, Tersangka dan Barang Bukti Diserahkan ke Kejaksaan
 
7 Pelaku Spesialis Pencurian Sepeda Dibekuk Jatanras Polda Metro Jaya
 
Begini Modus Pelaku Gasak Handphone Pegawai Jasa Pengiriman
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
PDIP: Pangkalan militer asing bertentangan dengan kehendak sejarah pembentukan RI
Diminta AS mengakui Israel, begini sikap tegas Pakistan
PDIP persilakan Jokowi keliling Indonesia: Tunjukkan ijazah asli!
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
KPK Tangkap 1.880 Pelaku Korupsi Selama 22 Tahun Berdiri
Gedung 13 Lantai RS Roemani Resmi Berdiri, Muhammadiyah Dobrak Mitos Angka Horor!
Untitled Document

  Berita Utama >
   
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum
Pidato Presiden Tunjukkan Komitmen Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi
Aliansi PHPI Sorot Kinerja Polda Metro, Proses Hukum Kasus Pelecehan Seksual 3 Wanita Tak Kunjung Tuntas
Polri Amankan 321 WNA Operator Judi Online Scam Jaringan Internasional di Kawasan Hayam Wuruk
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]