Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Amerika Serikat
Sensus 2020: Masa Depan Populasi AS Bercorak Hispanik
2021-08-15 01:40:57

Penduduk Kalifornia, AS
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Hasil sensus penduduk di Amerika Serikat mengungkap corak populasi yang kian multietnis. Untuk pertama kalinya jumlah warga kulit putih mengalami penurunan, ketika angka populasi etnis Asia dan Hispanik justru meningkat.

Tidak satupun kelompok etnis di AS mendominasi jumlah populasi usia di bawah 18 tahun. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya jumlah warga kulit putih, yang dibarengi dengan ledakan populasi di komunitas Hispanik dan Asia.

Hasil sensus yang dirilis Biro Sensus, Kamis (12/08), itu menawarkan gambaran rinci tentang populasi AS, dan bakal menjadi acuan politik bagi partai-partai di Washington. Data yang dihasilkan juga akan dijadikan pegangan dalam rencana belanja pemerintah di masa depan.

Menurut hasil sensus, dominasi kulit putih di kelompok usia di bawah 18 tahun berkurang drastis dari 53,5% pada 2010, menjadi 47,3% pada 2020.

Penurunan populasi yang dipicu tingkat kelahiran yang rendah di kalangan kulit putih menjadi faktor utama. Saat ini jumlah anak-anak di bawah 18 tahun berkurang dari 74,2 juta pada 2010, menjadi 73,1 juta pada 2020.

"Jika bukan karena kelompok Hispanik, Asia, warga etnis campuran, mereka adalah satu-satunya kelompok masyarakat yang jumlahnya bertambah di kelompok usia di bawah 18 tahun," kata William Frey, peneliti senior di Brookings Metropolitan Policy Program.

"Kaum minoritas ini sangat penting bagi pertumbuhan di masa depan, bukan cuma untuk menambah populasi anak-anak, tetapi juga untuk angkatan kerja di masa depan,".

"Kaum minoritas ini sangat penting bagi pertumbuhan di masa depan, bukan cuma untuk menambah populasi anak-anak, tetapi juga untuk angkatan kerja di masa depan."

Setelah Joe Biden, tentu Kamala Harris jadi yang paling disorot di pemerintahan AS kini. Ibunya yang berasal dari India dan ayahnya yang berasal dari Jamaika, membuatnya terpilih sebagai perempuan kulit hitam Asia-Amerika pertama yang menjadi wakil presiden. Bersama Biden, Kamala fokus mememerangi isu perubahan iklim seperti yang selama ini dia lakukan saat menjabat Senator untuk California.

Untuk saat ini, warga kulit putih masih mendominasi dengan jumlah 191 juta penduduk atau 57,8%, diikuti kelompok Hispanik dengan 62,1 juta penduduk. Sementara warga yang mengaku bukan Hispanik, Asia, Afrika-Amerika dan Indian Amerika merupakan kelompok ketiga terbesar dengan 49,9 juta.

Adapun warga kulit hitam mencakup 46,9 juta penduduk dan Asia sekitar 24 juta penduduk.

"Hasil sensus 2020 memastikan apa yang sudah kita ketahui selama ini, bahwa masa depan negara ini bercorak Latino," kata Artuto Vargas, Direktur Asosiasi Latino Nasional.

Lonjakan populasi Hispanik mewakili separuh dari total pertumbuhan penduduk AS

"Populasi AS menjadi multiras dan memiliki keragaman ras dan etnis lebih tinggi dari apa yang kami temukan satu dekade silam," kata Nicholas Jones dari Biro Sensus.

Sejumlah pakar demografi meragukan penurunan pada jumlah populasi kulit putih. Sebagian berdalih, penurunan pada data statistik boleh jadi dipicu pergeseran identitas dari satu menjadi multiras pada sejumlah individu. Jumlah kelompok ini meningkat pesat dari sembilan juta pada 2010, menjadi hampir 40 juta penduduk pada 2020.(rzn/ts /rtr/ap/mw/bh/sya)


 
Berita Terkait Amerika Serikat
 
• DPR AS Lakukan Pemungutan Suara untuk Makzulkan Biden
 
• Amerika Serikat Lacak 'Balon Pengintai' yang Diduga Milik China - Terbang di Mana Saja Balon Itu?
 
• Joe Biden akan Mengundang Para Pemimpin Indo-Pasifik ke Gedung Putih
 
• AS Uji Rudal Hipersonik Mach 5, Lima Kali Kecepatan Suara
 
• Sensus 2020: Masa Depan Populasi AS Bercorak Hispanik
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]